Poin Penting
- Kadin mendorong industri hijau dan kendaraan listrik untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen.
- Elektrifikasi kendaraan komersial dinilai dapat memperkuat industri dan meningkatkan TKDN.
- Populasi kendaraan listrik baru sekitar 274.800 unit atau 0,16 persen dari total kendaraan bermotor.
Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pengembangan industri hijau dan kendaraan listrik untuk memperkuat industri nasional sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan transisi menuju ekonomi hijau membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha. Menurutnya, pengembangan industri hijau juga dapat menciptakan rantai nilai baru di dalam negeri.
“Kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan pada saat yang sama memastikan pertumbuhan tersebut semakin berkelanjutan,” kata Anin, dalam kegiatan bertajuk “Industri Hijau, Ekonomi Berdaulat: Kadin Indonesia Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8% Berbasis Industri Hijau”.
Anin mengatakan Indonesia tengah menghadapi perubahan besar dalam rantai pasok global, transisi energi, perkembangan teknologi, dan pola investasi dunia.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perekonomian melalui investasi dan hilirisasi, transisi energi, penguatan rantai nilai dan UMKM, pembangunan infrastruktur dan logistik, serta optimalisasi kerja sama perdagangan internasional.
“Indonesia tidak hanya berpotensi sebagai pasar, tetapi juga sebagai basis produksi, inovasi, dan penciptaan nilai tambah di kawasan,” ujar Anin.
Baca juga: Kadin Usulkan 4 Program Perkuat Ekosistem Protein untuk Dukung MBG
Dalam konteks tersebut, Anin menegaskan komitmen Kadin Indonesia untuk terus mendorong semangat Indonesia Incorporated, sejalan dengan pendekatan yang kerap disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, konsep tersebut menempatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sebagai satu kesatuan dalam membangun kekuatan ekonomi nasional.
“Pemerintah menyediakan regulasi yang tegas, kepastian pasar, dan komitmen jangka panjang. Dunia usaha membawa investasi, inovasi, dan kesediaan mengambil risiko produktif. Sementara akademisi menghadirkan riset terapan yang dapat dihilirkan ke industri serta menyiapkan talenta,” jelas Anin.
Kendaraan Listrik Buka Rantai Nilai Baru
Anin mengatakan kegiatan di PT VKTR Sakti Industries menjadi salah satu gambaran penerapan konsep Indonesia Incorporated. Perusahaan tersebut mengembangkan fasilitas perakitan kendaraan listrik nonkomersial berbasis lokal di Indonesia.
Pemilihan lokasi tersebut juga sejalan dengan fokus Kadin dalam mendorong pengembangan industri hijau dan penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Menurut Anin, kendaraan listrik komersial memiliki potensi untuk memperkuat industri nasional, meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), sekaligus menciptakan lapangan kerja melalui pembentukan rantai pasok baru.
Elektrifikasi Armada Pengangkut Sampah
Anin juga menyoroti pengelolaan sampah sebagai salah satu tantangan besar Indonesia. Menurutnya, kebijakan pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy tidak cukup hanya berfokus pada fasilitas pengolahan akhir, tetapi juga perlu memperhatikan proses pengumpulan dan pengangkutan.
“Di sinilah terdapat sebuah simpul yang menurut kami sangat penting, yaitu armada pengangkut sampah yang rendah emisi. Kalau kita melihat ekosistem ini secara utuh, ada tiga agenda nasional yang dapat bergerak bersama,” kata Anin.
Dari sisi industri, pengembangan kendaraan listrik dinilai dapat menciptakan rantai nilai baru, mulai dari karoseri, komponen, teknologi, layanan purnajual, tenaga teknis, hingga pemasok dari sektor UMKM.
“Ketika industri kendaraan listrik berkembang, yang tumbuh bukan hanya perusahaan perakitan kendaraan, tetapi juga karoseri, komponen, teknologi, layanan purnajual, tenaga teknis, hingga berbagai pemasok dari sektor UMKM,” ujar Anin.
Karena itu, pengembangan kendaraan listrik komersial perlu menjadi bagian dari strategi memperkuat industri nasional sekaligus meningkatkan TKDN.
Baca juga: Dukung Ekonomi 8 Persen, Kadin Andalkan Empat Program Prioritas
Kedua, dari sisi lingkungan, elektrifikasi kendaraan komersial juga dinilai dapat membantu mengurangi emisi dan mendukung transisi energi.
Anin melihat pengurangan emisi melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) turut membuka peluang ekonomi. Elektrifikasi armada persampahan dinilai dapat memberikan manfaat berupa peningkatan efisiensi operasional pemerintah daerah, potensi pendapatan dari unit karbon, dan dukungan terhadap target iklim nasional.
Ketiga, dari sisi pertumbuhan ekonomi, Anin mengakui elektrifikasi masih menghadapi tantangan berupa upfront cost atau investasi awal yang tinggi.
Namun, perkembangan model bisnis seperti mobility-as-a-service dapat membuka peluang bagi pemerintah daerah menggunakan kendaraan listrik sebagai layanan tanpa harus menanggung seluruh kebutuhan investasi awal atau belanja modal (capital expenditure/CAPEX).
“Dengan demikian, yang menjadi perhatian bukan hanya harga kendaraan di awal, tetapi total efisiensi yang dapat diperoleh selama kendaraan tersebut beroperasi,” kata Anin.


