Poin Penting
- Anggaran MBG 2026 disisir dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun.
- Hingga 27 Agustus 2026, realisasi anggaran MBG mencapai sekitar Rp117 triliun.
- Sebanyak 2.700 dapur MBG siap dibuka secara bertahap di wilayah 3T.
Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) tetap melanjutkan ekspansi program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), meski anggaran program tersebut telah diefisienkan hingga Rp39 triliun.
BGN menargetkan pembukaan sekitar 2.700 dapur baru di wilayah 3T mulai September 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan MBG ke daerah dan sekolah yang selama ini belum terlayani.
Ekspansi tersebut akan dilakukan dengan memaksimalkan pagu anggaran yang tersedia. BGN memastikan pembukaan dapur baru pada tahun ini tidak memerlukan tambahan anggaran.
“Kami berharap di September ini kami akan mulai membuka dapur-dapur di wilayah 3T. Ada 2.700 yang sudah siap, kemudian secara bertahap akan kami buka, termasuk di daerah-daerah yang memang banyak membutuhkan,” ujar Kepala BGN Sudaryono kepada wartawan usai bertemu Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Agustus 2026.
Baca juga: BGN Coret 80 Sekolah Swasta dari Penerima MBG, Ini Alasannya
Di tengah rencana perluasan layanan tersebut, BGN melakukan efisiensi terhadap anggaran MBG 2026. Pagu yang sebelumnya direncanakan mencapai Rp268 triliun kini disisir menjadi Rp229 triliun.
Dengan demikian, terdapat efisiensi sebesar Rp39 triliun dari rencana anggaran awal.
“Jadi dari Rp268 triliun (rencana awal) itu kemudian kami sisir, itu kami efisiensikan menjadi Rp229 triliun,” kata Sudaryono.
Dari pagu Rp229 triliun, sekitar Rp117 triliun telah digunakan untuk pelaksanaan program MBG hingga 27 Agustus 2026.
Baca juga: Purbaya Ungkap Banyak Kekurangan dalam Program MBG, Segera Lapor ke BGN
Pertemuan BGN dengan Menkeu Purbaya tidak hanya membahas realisasi anggaran, tetapi juga evaluasi penggunaan dana serta penyisiran satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Ribuan Dapur Masih Dalam Verifikasi
Diketahui, BGN telah memeriksa 27.485 SPPG. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.022 SPPG telah ditetapkan sebagai dapur MBG.
Sementara itu, 463 SPPG lainnya masih berstatus suspend atau ditunda, antara lain karena profil dan data yang belum lengkap.
BGN juga masih melakukan verifikasi terhadap ribuan lokasi yang masuk dalam daftar antrean. Dari sekitar 13.000 lokasi yang menunggu aktivasi, tidak seluruhnya akan langsung dioperasikan.
“Dari 13.000 yang antre itu kami sisir. Tidak semuanya langsung dibuka. Ada yang masih berupa titik lokasi dan belum siap, itu kami exclude. Yang sudah siap akan kami aktivasi sesuai kebutuhan wilayah masing-masing,” beber Sudaryono. (*)


