Poin Penting
- KEK Industropolis Batang membuka lebih dari 1.000 posisi kerja dari lebih dari 50 lowongan yang tersedia dalam Job Fair TENANT FESTA #2
- Antusiasme pencari kerja cukup tinggi, dengan lebih dari 3.500 calon tenaga kerja mendaftar selama periode 10-14 Agustus 2026
- Sebanyak 12 perusahaan lintas industri terlibat, memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal melalui sinergi KEK, pemerintah daerah, dan dunia usaha.
Jakarta – Kehadiran kawasan industri tidak hanya diharapkan mendatangkan investasi, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.
Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme pencari kerja dalam job fair yang digelar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
Melalui kegiatan TENANT FESTA #2 bertajuk “Festival of Empowerment, Sport, & Traditions Industropolis Batang”, KEK Industropolis Batang membuka lebih dari 50 lowongan pekerjaan dengan kebutuhan tenaga kerja mencapai lebih dari 1.000 posisi dari berbagai bidang industri.
Antusiasme masyarakat terhadap peluang tersebut cukup tinggi. Selama periode pendaftaran pada 10-14 Agustus 2026, tercatat lebih dari 3.500 calon tenaga kerja mendaftarkan diri untuk mengikuti proses rekrutmen.
Apalagi saat ini, angka pengangguran terdidik di Indonesia begitu tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026, jumlah pengangguran terdidik di Indonesia mencapai 1.033.182 orang.
Pengangguran terdidik sendiri termasuk mereka yang lulusan diploma IV, S1, S2 hingga S3. Angka ini mencakup sekitar 14,31 persen dari total 7,22 juta pengangguran nasional.
Direktur Operasi dan Teknologi KEK Industropolis Batang, Nurjaman, mengatakan kawasan industri tidak hanya dibangun sebagai pusat investasi dan aktivitas bisnis. Kehadiran kawasan juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama melalui terbukanya kesempatan kerja.
“Melalui TENANT FESTA #2, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan yang telah disediakan untuk mencari peluang, belajar, dan berkembang bersama dengan pertumbuhan KEK Industropolis Batang. Kami ingin kehadiran kawasan ini dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam perkembangan industri di Batang,” tuturnya dikutip 29 Agustus 2026.
Baca juga: Kemenpar Gandeng Danantara Kembangkan Destinasi Wisata dan Buka Lapangan Kerja
12 Perusahaan Buka Peluang Kerja
Sebanyak 12 perusahaan turut berpartisipasi dalam Job Fair tersebut dengan membuka kesempatan kerja bagi tenaga profesional maupun lulusan baru.
Perusahaan yang terlibat berasal dari beragam sektor, mulai dari manufaktur, alas kaki, pengolahan makanan dan consumer goods, alat kesehatan, garmen, home decor, hingga industri hilir baterai kendaraan listrik.
Adapun perusahaan yang berpartisipasi antara lain PT Bowron Footwear Industry, PT Sampoerna Kayoe, Industropolis Logistik, PT Hormel Pronas Nusantara, PT JJD Outdoor Products Indonesia, PT Youmi Medika Industri, PT Yih Quan Footwear Indonesia, PT Simba Indosnack Makmur, PT Satyamitra Safepower International, LBM New Energy, PT Trax Sumbiri Indo, dan PT Window Shutter Indonesia.
Keterlibatan perusahaan dari berbagai sektor tersebut memperlihatkan semakin beragamnya kebutuhan tenaga kerja seiring berkembangnya aktivitas industri di kawasan Batang.
Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Penyelenggaraan Job Fair ini juga mendapat dukungan dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan dan mendorong penyerapan tenaga kerja lokal.
Langkah tersebut sejalan dengan program Dapat Kerja (Daker) Pemerintah Kabupaten Batang yang diarahkan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Baca juga: Tenaga Kerja Difabel Masih Sulit Tembus Dunia Kerja, Apa Kendalanya?
Sinergi antara pemerintah daerah, pengelola KEK, dan perusahaan menjadi bagian penting dalam mempertemukan kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja lokal.
Dengan semakin berkembangnya kawasan industri dan bertambahnya perusahaan yang beroperasi, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan akan terus meningkat.
Karena itu, kehadiran Job Fair menjadi salah satu jalur untuk memperpendek jarak antara pencari kerja dan dunia usaha.


