Poin Penting
- Jawa Tengah mencatat potensi investasi Rp19,07 triliun dalam gelaran CJIBF 2026 di Jakarta, menegaskan daya tarik daerah sebagai tujuan investasi
- PT Yosun Tire and Rubber Indonesia berkomitmen investasi Rp4 triliun di KEK Industropolis Batang, dengan potensi menyerap hingga 4.000 tenaga kerja dan berorientasi ekspor
- KEK Industropolis Batang menawarkan ekosistem industri terintegrasi yang didukung manufaktur, logistik, hunian, konektivitas, dan berbagai fasilitas untuk menunjang kebutuhan investor.
Jakarta – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus memikat minat investor. Dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang digelar di Jakarta, Jateng mencatat potensi investasi hingga Rp19,07 triliun.
Salah satu komitmen investasi yang diraih dari rangkaian CJIBF 2026 adalah investasi PT Yosun Tire and Rubber Indonesia di KEK Industropolis Batang. Perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal China itu berkomitmen menggelontorkan investasi sebesar Rp4 triliun untuk mengembangkan industri yang mendukung ekosistem otomotif di kawasan.
Lebih rinci, komitmen itu mencakup rencana pengembangan industri di atas lahan seluas 40 hektare, yang juga berpotensi menyerap 4.000 tenaga kerja. Investasi Yosun juga difokuskan untuk pasar ekspor. Yosun juga berencana menjadikan fasilitas yang dikembangkan di KEK Industropolis Batang sebagai headquaters mereka di Indonesia.
Komitmen investasi itu akan memperkuat sektor manufaktur dan ekosistem otomotif di KEK Industropolis Batang.
General Manager PT Yosun Tire and Rubber Indonesia, Weng Jisheng, menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan bisnis perusahaan. Potensi pasarnya pun sangat besar.
“Kami melihat KEK Industropolis Batang memiliki lokasi yang strategis serta ekosistem industri yang terus berkembang. Kami percaya Batang dapat menjadi basis yang tepat untuk mendukung pengembangan bisnis kami, termasuk untuk pasar ekspor,” tegasnya dalam keterangan resmi, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Baca juga: Rosan: Jakarta Jadi Magnet Investasi dan Pusat Ekonomi Masa Depan
Investasi dari Yosun juga diharapkan bisa mendorong terciptanya efek berganda lewat penyerapan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar.
Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, Pemda terus mendorong terciptanya iklim investasi yang memberikan kemudahan dan kepastian bagi dunia usaha.
“Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah,” tukasnya.
Pemprov Jateng berharap investasi yang masuk diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas. Mulai dari terbukanya lapangan kerja, penguatan rantai pasok, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga terbukanya peluang kemitraan bagi pelaku usaha lokal.
Ekosistem Lintas Industri Terintegrasi di KEK Industropolis Batang
CJIBF 2026 menjadi momentum bagi KEK Industropolis Batang memamerkan kesiapan ekosistem ke calon investor. Mengantongi status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri ini melakukan pengembangan dengan mengintegrasikan fungsi industri, logistik, komersial, hunian, serta fasilitas. Semuanya dalam satu kawasan.
Sebagai KEK, kawasan ini menyediakan lahan industri, tetapi ekosistem yang dirancang untuk mendukung kebutuhan investor dari tahap pembangunan hingga operasional. Infrastruktur kawasan, utilitas, konektivitas logistik, serta fasilitas pendukung menjadi bagian dari pengembangan kawasan untuk menciptakan lingkungan usaha yang efisien dan terintegrasi.
Pengembangan KEK ini mencakup tiga tema utama, yaitu manufaktur, logistik, dan pariwisata. Untuk mendukung kebutuhan investasi yang beragam, ada sejumlah pilihan produk kawasan. Industrial Land tersedia bagi investor yang membutuhkan lahan siap dikembangkan dengan dukungan utilitas, tata ruang, dan infrastruktur kawasan.
Bagi pelaku usaha yang membutuhkan solusi lebih cepat untuk memulai operasional, tersedia Bangun Pabrik Siap Pakai (BPSP) atau Standard Factory Building.
KEK Industropolis Batang juga menyediakan Modern Warehouse sebagai fasilitas pendukungkegiatan logistik dan penyimpanan dalam kawasan industri terintegrasi. Ada juga Commercial Land dan Commercial Space serta Residential.
Baca juga: Manufaktur dan Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah
KEK Industropolis Batang memiliki akses langsung menuju Jalan Tol Trans-Jawa, terhubung dengan jalur nasional Pantura, serta didukung akses kereta api dan fasilitas pelabuhan.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK IndustropolisBatang, Angga Brahmana S, mengatakan, pengembangan kawasan diarahkan untuk menjawab kebutuhaninvestor yang semakin beragam dan membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan lahan.
“Bagi kami, investasi bukan sekadar tentang kesiapan lahan. Yang lebih penting adalah memastikan investor mendapatkan ekosistem yang mendukung kegiatan industrinya secara berkelanjutan mulai dari infrastruktur, konektivitas, hingga dukungan selama menjalankan usaha,” ujar Bram. (*) Ari Astriawan


