Poin Penting
- Jakarta menjadi motor investasi nasional dengan realisasi investasi Rp173,6 triliun pada semester I 2026 atau 17,2 persen dari total nasional, sekaligus menyumbang 16,3 persen terhadap PDB
- Investasi Jakarta mulai mengarah ke sektor masa depan, seperti infrastruktur digital, AI, energi bersih, manufaktur maju, hingga mineral kritis
- Rosan menyiapkan Jakarta sebagai pusat finansial internasional, didukung penguatan data center, ekonomi digital, kepastian hukum, dan infrastruktur berstandar global.
Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani menegaskan peran penting Jakarta sebagai salah satu pusat pertumbuhan dan investasi utama yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia.
Rosan menilai investasi global kini semakin bergerak menuju sektor-sektor strategis yang akan membentuk perekonomian masa depan, mulai dari infrastruktur digital, Artificial Intelligence (AI), energi bersih, manufaktur maju, hingga mineral kritis.
“Tahap berikutnya dari hilirisasi tidak hanya berkutat seputar mineral dan pengolahannya, namun merambah ke infrastruktur digital, teknologi, inovasi, dan industri yang akan menentukan pertumbuhan dunia masa mendatang. Jakarta memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan ini,” ujar Rosan keterangan resmi, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Baca jua: BTN Dorong Gen Z Miliki Hunian Vertikal di Pusat Jakarta
Sepanjang semester I 2026, realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp173,6 triliun atau 17,2 persen dari total realisasi investasi nasional.
Jakarta juga memberikan kontribusi 16,3 persenterhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan II 2026, mempertegas perannya sebagai salah satu motor utama perekonomian Indonesia.
Realisasi investasi di Jakarta ditopang oleh beberapa sektor utama, yaitu sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi dengan realisasi investasi sebesar Rp54,4 triliun atau menyumbang 31,3 persen dari total realisasi, sektor jasa lainnya (di dalamnya mencakup aktivitas web hosting, data center, portal web, rumah sakit dll) dengan realisasi investasi sebesar Rp43,6 triliun (25,1 persen) dan sektor perdagangan dan reparasi dengan realisasi investasi sebesar Rp28,4 triliun (16,4 persen).
Kemudian, ada sektor perumahan dan perkantoran dengan realisasi sebesar Rp14,0 triliun (8,1 persen), serta sektor konstruksi dengan realisasi sebesar Rp12,9 triliun (7,4 persen).
Posisi Jakarta semakin strategis seiring dengan perkembangan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai USD360 miliar pada 2030.
Sebagai salah satu pusat pengembangan data center di Indonesia, penguatan infrastruktur digital, generasi lanjut berbasis AI diharapkan semakin memperkuat daya tarik investasi Jakarta.
Baca juga: Purbaya Optimistis Ekonomi Global Bakal Menguat pada 2027
Selain itu, Rosan juga mengatakan, Jakarta tengah dipersiapkan sebagai titik awal pusat finansial internasional di Indonesia. Peran ini akan memperkuat kepastian hukum serta penerapan praktik bisnis berstandar internasional.
Rosan juga menyampaikan bahwa keputusan investasi saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh faktor tradisional seperti besarnya pasar domestik dan biaya produksi yang rendah, tetapi juga oleh stabilitas, kepastian berusaha, kemitraan yang kuat, keandalan infrastruktur, serta kejelasan visi jangka panjang. (*)
Editor: Galih Pratama


