Populasi Kendaraan Listrik Masih 0,16 Persen
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengapresiasi PT VKTR Sakti Industries sebagai pionir pabrik perakitan kendaraan komersial listrik berbasis Completely Knocked Down (CKD) pertama di Indonesia yang diresmikan Presiden Prabowo.
Kehadiran fasilitas tersebut dinilai strategis untuk memperkuat kapasitas manufaktur dalam negeri, mendorong efisiensi energi, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan TKDN.
“Dari total sekitar 172,9 juta kendaraan bermotor yang ada di Indonesia saat ini, populasi kendaraan listrik baru mencapai sekitar 274,8 ribu unit atau 0,16 persen. Angka ini menunjukkan ruang peluang transformasi yang masih sangat besar bagi industri nasional,” kata Jumhur.
Baca juga: Kemenkeu-Kemenperin Sepakati Insentif Kendaraan Listrik untuk Dorong Ekonomi Jangka Pendek
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan ruang pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia masih terbuka lebar.
Namun, transisi kendaraan listrik tidak hanya menyangkut penggantian kendaraan berbahan bakar fosil. Ekosistemnya juga mencakup riset, rantai pasok, baterai, hingga daur ulang berbasis ekonomi sirkular.
Selain kesiapan teknologi, Jumhur menggarisbawahi pentingnya kesiapan dan integrasi sosial (social preparation dan social integration) serta keselamatan kerja (Zero Accident).
“Pembangunan industri harus berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat dan lingkungan guna memperoleh social license to operate dan mencegah konflik sosial,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


