BI Diperkirakan Masih Pertahankan Suku Bunga
Josua menilai keputusan The Fed tak menaikkan suku bunga memang memberikan sedikit ruang pelonggaran bagi Bank Indonesia. Namun, ruang tersebut dirasa belum cukup aman untuk segera memangkas BI Rate.
Menurutnya, stabilitas nilai tukar masih harus menjadi prioritas utama mengingat rupiah masih berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS. Sementara inflasi Juni 2026 telah mencapai 3,34 persen. Angka ini mendekati batas atas sasaran inflasi sebesar 3,5 persen.
Selain itu, tekanan inflasi yang berasal dari harga pangan dan energi juga masih relatif tinggi.
Baca juga: Airlangga: BI Rate Tetap 5,75 Persen Bisa Dongkrak Kredit Perbankan
Josua mengingatkan, penurunan BI Rate terlalu cepat bisa mempersempit selisih imbal hasil aset rupiah dengan aset Amerika Serikat. Saat ini, selisih yield obligasi pemerintah Indonesia dan AS tenor 10 tahun hanya sekitar 2,64 poin persentase.
“Jika BI menurunkan bunga terlalu cepat, investor dapat menilai imbal hasil aset rupiah tidak lagi sepadan dengan risiko pelemahan nilai tukar,” bebernya.
Karena itu, ia memperkirakan skenario paling realistis adalah BI mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen dalam beberapa rapat ke depan.
BI Perlu Perkuat Stabilitas Rupiah
Selain mempertahankan suku bunga, Josua menilai bahwa BI perlu mengoptimalkan berbagai instrumen stabilisasi, semisal intervensi di pasar valuta asing, memperkuat pasokan devisa, memperluas fasilitas lindung nilai (hedging), hingga menjaga penyaluran kredit melalui kebijakan likuiditas yang terarah.
Baca juga: CORE Nilai Pemerintah Beri Sinyal Perkuat Kontrol terhadap BI
Langkah tersebut, kata dia, sejalan dengan strategi BI yang selama ini menempatkan kebijakan suku bunga untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, sementara instrumen likuiditas diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor riil.
“BI sendiri telah menegaskan bahwa suku bunga diarahkan untuk menjaga rupiah dan inflasi, sedangkan kebijakan likuiditas digunakan untuk menopang pembiayaan sektor riil,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


