Poin Penting
- Jumlah rekening Tabungan Haji dan Umrah BSI mencapai 7,69 juta hingga Juni 2026, tumbuh 23,8 persen secara tahunan.
- Dana pihak ketiga (DPK) segmen Tabungan Haji dan Umrah mencapai Rp16,7 triliun, naik 17,2 persen YoY.
- BSI memperkuat ekosistem halal melalui layanan perjalanan religi dan wisata global.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan bisnis tabungan haji dan umrah hingga akhir Juni 2026. Jumlah rekening Tabungan Haji dan Umrah mencapai 7,69 juta rekening, tumbuh 23,8 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain pertumbuhan bisnis tabungan haji dan umrah, BSI juga mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Perseroan mencatat DPK untuk segmen Tabungan Haji dan Umrah sebesar Rp16,7 triliun, meningkat 17,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy, mengatakan pertumbuhan tabungan haji dan umrah seiring dengan melonjaknya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan untuk perjalanan ibadah dan wisata.
Baca juga: Pembiayaan BSI Tumbuh 15,98 Persen jadi Rp340,09 Triliun di Kuartal II 2026
Menurutnya, BSI terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat melalui layanan berstandar tinggi, termasuk untuk kebutuhan perjalanan religi maupun destinasi wisata global.
“BSI senantiasa hadir untuk mendekatkan diri dan menjawab antusiasme masyarakat Indonesia terhadap destinasi global maupun perjalanan religi yang terus meningkat,” ujar Kemas, dalam keterangannya, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.
Perkuat Ekosistem Halal
Lebih lanjut, pertumbuhan bisnis tersebut juga menjadi bagian dari strategi bank pelat merah ini dalam memperkuat posisinya di ekosistem halal. BSI pun terus mengoptimalkan potensi pasar gaya hidup halal atau halal lifestyle di Indonesia.
Baca juga: BSI Bukukan Laba Rp4,15 Triliun di Kuartal II 2026, Tumbuh 11,08 Persen
Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui keterlibatan BSI dalam Saudia Travel Fair 2026. BSI kembali menjadi official bank partner dalam pameran perjalanan internasional yang diselenggarakan Saudia Indonesia tersebut.
Menurut Kemas, keikutsertaan BSI dalam Saudia Travel Fair 2026 merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk perjalanan ibadah maupun wisata.
“Keterlibatan perseroan dalam Saudia Travel Fair 2026 merupakan manifestasi komitmen berkelanjutan BSI untuk memfasilitasi kebutuhan ibadah dan wisata masyarakat dengan layanan berstandar tinggi,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


