Poin Penting
- Pembiayaan BSI tumbuh 15,98 persen yoy menjadi Rp340,09 triliun pada kuartal II 2026
- Seluruh segmen pembiayaan tumbuh double digit, dengan consumer and card naik 16,70 persen, wholesale 16,62 persen, dan retail 12,58 persen
- DPK BSI meningkat 21,81 persen, ditopang tabungan yang tumbuh 22,32 persen menjadi Rp172,81 triliun.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI mencatat pertumbuhan positif pada penyaluran pembiayaan hingga kuartal II 2026.
Pembiayaan BSI tumbuh 15,98 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp340,09 triliun, dibandingkan Rp293,23 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menyampaikan, pertumbuhan pembiayaan tersebut ditopang oleh seluruh segmen bisnis. Salah satunya segmen wholesale yang tumbuh 16,62 persen menjadi Rp94,99 triliun.
Baca juga: BSI Bukukan Laba Rp4,15 Triliun di Kuartal II 2026, Tumbuh 11,08 Persen
Sementara itu, pembiayaan segmen retail meningkat 12,58 persen menjadi Rp55,82 triliun. Adapun segmen consumer and card tumbuh 16,70 persen menjadi Rp189,27 triliun.
“Pembiayaan bahkan di bulan Juni tumbuh 16 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan dengan market yang di mana hampir semua segmen tumbuh dengan baik, baik di wholesale, retail maupun consumer tumbuh double digit,” ucap Ade dalam Konferensi Pers di Jakarta, 21 Agustus 2026.
Di tengah kondisi likuiditas yang masih ketat, BSI juga mampu mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 21,81 persen.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh tabungan yang meningkat 22,32 persen menjadi Rp172,81 triliun.
Baca juga: BSI Hadirkan Hasanah KKI Card Berbasis GPN, Apa Keuntungannya?
“Capaian tabungan tidak lepas dari kemampuan BSI melakukan akusisi nasabah retail khususnya tadi tabungan haji, payroll, dan seterusnya,” imbuhnya.
Selain tabungan, pertumbuhan DPK BSI juga ditopang oleh deposito yang tumbuh 25,62 persen menjadi Rp155,04 triliun. Sementara itu, dana giro tercatat Rp65,48 triliun atau meningkat 12,51 persen secara tahunan. (*)
Editor: Galih Pratama


