Poin Penting
- Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada Juli 2026 tumbuh 7,7 persen yoy menjadi Rp9.666,9 triliun, melambat dari 8,1 persen
- Kredit perbankan tumbuh 13 persen yoy menjadi Rp8.970,2 triliun, naik dari 12,1 persen
- Kredit investasi tumbuh 23,1 persen, sementara kredit konsumsi melambat 5,3 persen dan kredit kendaraan terkontraksi 10 persen.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada Juli 2026 sebesar Rp9.666,9 triliun atau tumbuh 7,7 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,1 persen (yoy).
Berdasarkan Analisis Perkembangan Uang Beredar Juli 2026, perkembangan DPK tersebut terutama didorong oleh melambatnya pertumbuhan simpanan berjangka sebesar 4,8 persen (yoy), dari sebelumnya 6,2 persen (yoy).
Sementara itu, pertumbuhan giro meningkat 10,5 persen (yoy) dari 10,2 persen (yoy), sedangkan pertumbuhan tabungan relatif stabil 8,2 persen (yoy).
Baca juga: BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.606,2 Triliun per Juni 2026
Berdasarkan golongan nasabah, melambatnya pertumbuhan DPK terutama dipengaruhi oleh perlambatan pada DPK korporasi yang tumbuh 12,5 persen (yoy) pada Juli 2026 dari 12,7 persen (yoy) pada Juni 2026. Sementara itu, DPK perorangan tumbuh relatif stabil 2,8 persen (yoy).
Pertumbuhan Kredit Perbankan
Selain itu, pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Juli 2026 tercatat Rp8.970,2 triliun atau tumbuh sebesar 13,0 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan Juni 2026 sebesar 12,1 persen (yoy).
Peningkatan penyaluran kredit didorong oleh kenaikan penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan masing-masing sebesar 20,9 persen (yoy) dan 3,6 persen (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 19,3 persen (yoy) dan 3,5 persen (yoy).
Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit terutama dalam bentuk Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI). KMK pada Juli 2026 tumbuh sebesar 11,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 9,6 persen (yoy).
Peningkatan KMK pada Juli 2026 antara lain didorong oleh penyaluran kredit pada sektor listrik gas, dan air bersih, industri pengolahan, serta konstruksi.
Kredit Investasi (KI) pada Juli 2026 tumbuh sebesar 23,1 persen (yoy), terakselerasi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 22,5 persen (yoy). Peningkatan ini terutama didorong oleh penyaluran kredit pada sektor konstruksi dan jasa-jasa.
Baca juga: Likuiditas Perbankan Makin Ketat, OJK Beberkan Penyebabnya
Selanjutnya, Kredit Konsumsi (KK) pada Juli 2026 tumbuh sebesar 5,3 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Juni 2026 sebesar 5,7 persen (yoy).
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kredit kepemilikan rumah dan kredit multiguna yang tumbuh masing-masing sebesar 4,3 persen (yoy) dan 7,6 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,4 persen (yoy) dan 8,3 persen (yoy).
Sementara itu, kredit kendaraan bermotor mengalami kontraksi sebesar 10,0 persen (yoy). (*)
Editor: Galih Pratama


