Poin Penting
- Laba BSI tumbuh 11,08 persen menjadi Rp4,15 triliun hingga kuartal II 2026, ditopang pembiayaan yang naik 15,98 persen menjadi Rp340 triliun.
- DPK BSI melonjak 21,81 persen menjadi Rp393,34 triliun. Bisnis emas tumbuh 80,52% menjadi Rp30,5 triliun.
- Aset BSI tumbuh 15,96 persen menjadi Rp464 triliun, dengan cost of fund turun menjadi 2,19% dan fee based income mencapai 22,54 persen.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI melanjutkan kinerja positifnya dengan membukukan laba bersih Rp4,15 triliun di kuartal II 2026 atau meningkat double digit 11,08 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,74 triliun.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan capaian laba bersih tersebut tak lepas dari kinerja intermediasi yang solid. Pembiayaan perseroan mengalami pertumbuhan 15,98 persen yoy menjadi Rp340 triliun.
“Kualitas pembiayaan juga penting tetap terjaga dengan NPF Gross sebesar 1,8 persen dan NPF Net sebesar 0,33 persen. Sementara cost of credit membaik ke level 0,62 persen,” kata Anggoro dalam Konferensi Pers di Jakarta, 21 Agustus 2026.
Baca juga: BSI Hadirkan Hasanah KKI Card Berbasis GPN, Apa Keuntungannya?
Dari sisi pendanaan, total dana yang dihimpun BSI tumbuh 21,81 persen menjadi Rp393,34 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp322,90 triliun. Pertumbuhan DPK tersebut ditopang oleh tabungan yang meningkat 22,32 persen yoy.
Sementara itu, bisnis emas tercatat tumbuh sangat kuat mencapai Rp30,5 triliun atau naik 80,52 persen yoy dan tabungan haji menjadi Rp16,7 triliun atau tumbuh 17,21 persen yoy.
Baca juga: Pembiayaan BSI OTO Tumbuh 12,4 Persen jadi Rp6,7 Triliun di Juni 2026
Hingga Juni 2026, BSI juga berhasil melakukan efisiensi biaya dan dana. Ini tercermin dari cost of fund yang turun 49 basis poin ke level 2,19 persen.
Sedangkan dari sisi profitabilitas, pertumbuhan fee based income BSI tercatat tumbuh sangat agresif. Hingga Juni 2026, untuk pertama kalinya BSI bisa memiliki rasio fee based income mencapai 22,54 persen.
Sejalan dengan kinerja keuangan yang solid, total aset BSI ikut terdongkrak 15,96 persen yoy menjadi Rp464 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


