Poin Penting
- BI mendorong penggunaan QRIS sebagai pintu masuk UMKM ke ekosistem keuangan digital, termasuk membuka akses pembiayaan formal
- Adopsi QRIS terus meluas di kalangan UMKM. Hingga Juni 2026, pengguna QRIS mencapai 65,77 juta dengan 44,86 juta merchant, dan 96 persen di antaranya merupakan UMKM
- QRIS kini tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadi entry point UMKM menuju ekosistem keuangan digital dan pembiayaan formal.
Jakarta – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan penggunaan QRIS dalam transaksi pembayaran bisa menjadi jembatan bagi pelaku usaha UMKM untuk mengakses pembiayaan formal.
Filianingsih menjelaskan, BI mendorong digitalisasi pembayaran UMKM agar memiliki daya saing dan naik kelas salah satunya melalui QRIS. Adapun UMKM memiliki peran strategis sebagai pilar ekonomi bangsa tercermin dari jumlah pelaku yang mencapai 64 juta, menyerap 117 juta atau 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60,5 persen terhadap PDB nasional.
“Tantangan kita adalah bagaimana mendorong UMKM tidak stagnan tetapi mampu untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, memanfaatkan teknologi dan juga terhubung dengan ekosistem ekonomi yang lebih luas. Makanya, kita sebutkan UMKM yang naik level. Ke depan digitalisasi ini akan menjadi penopang utama agar UMKM dapat terus bertahan dan berkembang,” ujar Filianingsih dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, Jumat, 21 Agustus 2026.
Baca juga: Milenial dan Gen Z Ubah Pola Ekonomi RI, BI Dorong UMKM Perkuat Digitalisasi
Menurutnya, fondasi digitalisasi UMKM sudah terbangun ketika pandemi Covid-19 menyerang, sehingga masyarakat dipaksa untuk melakukan sistem pembayaran yang terdigitalisasi dan transaksi tanpa tatap muka. Pada 2024, tercatat 79,5 persen masyarakat Indonesia telah menggunakan internet.
Lebih lanjut, keberhasilan digitalisasi UMKM tercermin dari nilai akseptasi digital QRIS yang meningkat secara masif.
Baca juga: BI Catat Kredit ‘Nganggur’ Tembus Rp2.548 Triliun di Juli 2026
Hingga Juni 2026, pengguna QRIS mencapai 65,77 orang dan 44,86 juta merchant yang didominasi oleh pelaku usaha UMKM.
“Dari 44 juta merchant itu 96 persen diantaranya adalah UMKM. Jadi luar biasa sekali dan QRIS bukan lagi sekedar alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman dan handal, Tetapi QRIS sudah menjadi pintu masuk utama, entry point bagi UMKM ke dalam ekosistem keuangan digital,” ungkapnya. (*)
Editor: Galih Pratama


