Poin Penting
- Destry Damayanti menawarkan visi BI yang tetap fokus menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui “Sinergi Merah Putih”
- Mirae Asset menilai arah kebijakan BI berpotensi semakin pro-growth, dengan bauran kebijakan yang mencakup moneter, valas, inklusi keuangan, dan digitalisasi
- Panin Sekuritas melihat penguatan sinergi BI dan pemerintah tetap diimbangi dengan penekanan pada independensi moneter dan stabilitas makroekonomi.
Jakarta – Destry Damayanti telah menjalani fit and proper test sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Rabu (26/8). Dalam uji kelayakan dan kepatutan tersebut, Destry mengusung tema “Sinergi Merah Putih untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia” yang dijabarkan melalui tiga misi dan lima inisiatif strategis.
Destry menawarkan visi menjadikan BI sebagai lembaga yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan ekonomi, sekaligus kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Research Team Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai visi Destry sebagai calon Gubernur BI memperkuat arah kebijakan stability-first yang semakin pro-growth. Fokusnya mencakup menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan berkelanjutan, serta memperkuat koordinasi melalui “Sinergi Merah Putih”.
Baca juga: Destry Ungkap Warisan Perry Warjiyo yang Akan Dilanjutkan Jika Pimpin BI
Mirae Asset juga menyoroti bauran kebijakan yang semakin luas, mulai dari pengelolaan arus valas dan integrasi kebijakan moneter hingga inklusi keuangan dan inovasi digital.
“Mengindikasikan BI akan semakin menggunakan stabilitas sebagai fondasi untuk membuka ruang pertumbuhan, alih-alih hanya mengandalkan suku bunga kebijakan,” ucap Team Mirae Asset dalam risetnya, 27 Agustus 2026.
Di sisi lain, Analis Panin Sekuritas mencermati penekanan Destry mengenai penguatan sinergi BI dengan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan sebagai otoritas fiskal, dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen yoy pada 2029.
“Keselarasan implementasi bauran kebijakan BI ingin diarahkan untuk menciptakan iklim yang kondusif untuk pertumbuhan sektor riil sebagaimana pada mandat terbaru BI pada UUP2SK terbaru,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.
Baca juga: Destry Ungkap Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen lewat Inklusi dan Syariah
Kendati demikian, Destry tetap menekankan independensi moneter di tengah penguatan sinergi dengan pemerintah. Hal ini menunjukkan mandat pro-stability berpotensi tetap menjadi pijakan utama, mengingat stabilitas makroekonomi merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Ke depannya, pasar akan mencermati kontinuitas pada arah bauran kebijakan BI relatif dari masa kepemimpinan Perry Warjiyo, namun dengan catatan pembobotan sikap pro-growth dan pro-stability yang akan tetap data dependen,” tutupnya. (*)
Editor: Galih Pratama


