Poin Penting
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ekonomi global hingga pertengahan Agustus 2026 masih dinamis akibat konflik geopolitik dan perang dagang.
- Konflik AS-Iran membayangi harga minyak dunia dan kelancaran rantai pasok global.
- IMF, Bank Dunia, dan OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2026 masing-masing sebesar 3 persen, 2,5 persen, dan 2,8 persen.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perekonomian global hingga pertengahan Agustus 2026 masih sangat dinamis. Kondisi tersebut dipengaruhi konflik geopolitik di Timur Tengah dan perang dagang yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan pasar keuangan domestik, termasuk Indonesia.
Purbaya mengatakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya eskalasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, masih bergejolak. Kondisi tersebut membayangi pergerakan harga minyak dunia dan kelancaran rantai pasok global.
“Perkembangan kondisi global hingga pertengahan Agustus 2026 masih sangat dinamis. Konflik Timur tengah, khususnya eskalasi ketegangan Amerika Serikat-Iran, masih bergejolak, sehingga terus membayangi fluktuasi harga minyak dunia, dan kelancaran rantai pasok global.
Baca juga: Purbaya Kumpulkan Analis Ekonomi, Bahas Kondisi Terkini dan Arah Fiskal 2027
Selain konflik geopolitik, fragmentasi perdagangan global dan meningkatnya proteksionisme turut menimbulkan dilema kebijakan moneter bagi bank sentral di berbagai negara.
Di sisi lain, Purbaya mengatakan potensi dampak El Nino, perlambatan pertumbuhan ekonomi dan pelemahan perdagangan global menjadi sejumlah risiko yang terus diwaspadai pemerintah.
Berbagai kondisi tersebut mendorong sejumlah lembaga internasional merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi global tumbuh 3 persen pada 2026. Sementara itu, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan sebesar 2,5 persen dan OECD sebesar 2,8 persen.
“Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 tersebut lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Perekonomian global diperkirakan akan kembali meningkat pada tahun 2027,” tambahnya.
Baca juga: Purbaya Beberkan Jurus Tingkatkan Pendapatan Negara di 2027
Purbaya mengatakan tekanan harga energi juga mendorong koreksi terhadap perkiraan inflasi global. Proyeksi inflasi tersebut meningkat dibandingkan perkiraan sebelumnya.
IMF memproyeksikan inflasi global sebesar 4,7 persen pada 2026. Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan inflasi global mencapai 4 persen.
“Dinamika ekonomi global tersebut perlu terus diwaspadai karena potensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan pasar keuangan domestik termasuk Indonesia,” ungkap Purbaya. (*)
Editor: Yulian Saputra


