Poin Penting
- Grab Indonesia akan menerapkan skema bagi hasil 8 persen untuk layanan GrabBike mulai 1 Juli 2026.
- Implementasi dilakukan secara bertahap untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan mitra, tarif konsumen, dan keberlanjutan ekosistem.
- Grab mengklaim telah menciptakan 4,6 juta peluang kerja dan menyalurkan dukungan lebih dari Rp100 miliar bagi mitra.
Jakarta – Grab Indonesia akan mulai menerapkan skema bagi hasil sebesar 8 persen untuk layanan transportasi penumpang roda dua, GrabBike, mulai 1 Juli 2026.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di sektor ekonomi digital.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, implementasi kebijakan bagi hasil 8 persen merupakan bentuk kepatuhan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah sekaligus upaya memperkuat manfaat ekonomi bagi mitra pengemudi dan masyarakat.
“Grab Indonesia akan mulai mengimplementasikan bagi hasil sebesar 8 persen untuk layanan transportasi penumpang ojek online roda dua, yaitu GrabBike. Kebijakan ini akan berlaku efektif mulai 1 Juli 2026,” ujar Neneng, dalam keterangan resmi, Rabu, 24 Juni 2026.
Baca juga: Transaksi QRIS OVO di Sektor F&B Melonjak 590 Persen Sepanjang 2021-2025
Pastikan Keseimbangan Mitra Driver
Meski demikian, Neneng mengakui penerapan kebijakan tersebut bukan tanpa tantangan. Menurutnya, diperlukan sejumlah penyesuaian untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan mitra pengemudi, keterjangkauan tarif bagi konsumen, dan keberlanjutan ekosistem transportasi online.
Ia menegaskan implementasi sekema bagi hasil 8 persen akan dilakukan secara bertahap dengan berbagai pertimbangan agar tidak mengganggu kualitas layanan maupun peluang pendapatan mitra pengemudi.
“Implementasi kebijakan ini tidak mudah, sehingga akan dilakukan penyesuaian-penyesuaian dengan penuh pertimbangan untuk memastikan layanan tetap terjangkau bagi masyarakat, keberlanjutan ekosistem, serta peluang pendapatan mitra Pengemudi tetap terjaga,” jelasnya.
Klaim Berkontribusi pada Ekonomi Digital
Lebih lanjut, Grab Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional. Selama lebih dari satu dekade beroperasi di Indonesia, perusahaan mengklaim telah menjadi bagian dari aktivitas harian jutaan masyarakat.
Baca juga: Chatib Basri: Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS Belum Mengarah ke Krisis 1998
Perusahaan mencatat kontribusi sekitar 50 persen dari industri ride-hailing dan layanan pengantaran online di Indonesia.
Selain itu, Grab Indonesia juga mengaku telah membantu menciptakan sekitar 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di sisi lain, perusahaan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan bagi mitra dengan nilai dukungan yang diklaim mencapai lebih dari Rp100 miliar.
“Ke depan, Grab akan senantiasa memperkuat komitmennya untuk Indonesia dan terus berkontribusi dalam membangun layanan transportasi online nasional yang inklusif, andal, serta bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


