Poin Penting
- Transaksi OVO tumbuh 77 persen sepanjang 2021-2025.
- Transaksi QRIS OVO di sektor makanan dan minuman (F&B) melonjak 590 persen.
- Sebanyak 69 persen transaksi OVO kini terjadi di merchant offline.
Jakarta – Perusahaan dompet digital dan sistem pembayaran PT Visionet Internasional (OVO) mencatatkan pertumbuhan transaksi yang konsisten dari waktu ke waktu. Pada periode 2021-2025, pertumbuhan transaksi OVO dari berbagai lini pembayaran menyentuh 77 persen.
Head of Strategy, Integrated Marketing Communication OVO, Asep Haekal, tidak menyebut spesifik nominal maupun volume transaksi yang OVO catat di periode waktu tersebut. Namun begitu, ia melihat, ada pergeseran kebiasaan transaksi digital pengguna OVO.
Menurut Haekal, pada masa pandemi COVID-19, 68 persen pengguna OVO memakai aplikasi ini untuk melakukan pembayaran merchant secara daring. Tapi sekarang, OVO lebih banyak digunakan untuk membayar merchant luring.
“Dulu OVO digunakan untuk belajar online, di e-commerce apa pun itu, termasuk Grab. Kalau sekarang, ternyata 69 persen transaksi itu terjadi di offline merchant,” kata Asep di acara OVOFinTalk 2026: Bijak di Era Cashless, Rabu, 17 Juni 2026.
Baca juga: OVO Optimistis Tren Transaksi Digital 2026 Terus Meningkat
Lebih dari itu, Haekal melihat bahwa dari keseluruhan transaksi secara luring, 32 persen di antaranya merupakan pembayaran untuk sektor makan dan minum (F&B). Sektor ini mengalami pertumbuhan yang pesat dari waktu ke waktu.
Tercatat pada periode 2021-2025, instrumen Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) milik OVO untuk membayar F&B mengalami pertumbuhan 590 persen. Namun lagi-lagi, Haekal tidak menyebut volume dan nominal yang OVO catat pada masa waktu tersebut.
“Dan ketika ditanya belanja apa, ternyata lebih dari 50 persen pengguna, itu belanja hal-hal receh. Jadi kira-kira (belanja) di bawah nominal Rp25 ribu,” tambah Haekal.
Jika dirinci, 42 persen pengguna OVO bertransaksi makan dan minum di kisaran Rp10 ribu sampai dengan Rp25 ribu. Sementara, 11 persen dari mereka membayar produk F&B di bawah nominal tersebut.
Baca juga: OVO Optimistis Tren Transaksi Digital 2026 Terus Meningkat
Namun begitu, dengan kemudahan transaksi yang OVO tawarkan, khususnya dalam skala kecil, Haekal merasa bahwa OVO juga memiliki tanggung jawab untuk turut meningkatkan kesadaran penggunanya untuk lebih bijak dalam melakukan transaksi.
Haekal menegaskan, transaksi atau kebiasaan tersebut juga perlu dibarengi dengan sebuah kesadaran. Ia berharap, pemakai OVO tetap mindful dan berhati-hati dalam mengelola keuangan, terutama di kondisi ekonomi seperti ini.
“Jadi, tugas kami in this economy adalah bagaimana selalu memberikan layanan, baik itu berupa fitur, promo, atau program, atau edukasi seperti ini. Sehingga, we as an Indonesian not only survive, but also thrive,” tutupnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


