Poin Penting
- Presiden Prabowo menegaskan efisiensi anggaran untuk menghapus kelaparan dan kemiskinan.
- Anggaran pertahanan dan kepolisian bisa dikurangi demi kesejahteraan rakyat.
- Rakyat yang sehat dan sejahtera disebut sebagai fondasi pertahanan nasional.
Jakarta – Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran demi mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Apabila diperlukan, kata Prabowo, anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.
“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden dinukil laman Setneg, Sabtu, 18 Juli 2026.
Baca juga: Prabowo Bocorkan Peluncuran Motor Listrik Nasional dalam Waktu Dekat
Ia menyampaikan, langkah efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya besar mempersiapkan masa depan Indonesia. Mengingat Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu negara terbesar di dunia pada 2045–2050.
Menurut Prabowo, cita-cita Indonesia menjadi negara maju hanya dapat terwujud apabila generasi muda saat ini dipersiapkan dengan baik.
“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?,” ujar Prabowo.
Dalam konteks tersebut, Prabowo menegaskan bahwa kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh pertahanan dan keamanan dalam arti sempit, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyat.
Menurut Presiden, rakyat yang kuat, sehat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.
Baca juga: Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Proyek Mangkrak 28 Tahun Lalu
“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.
Prabowo juga menegaskan,TNI dan Polri merupakan milik rakyat, sehingga keberadaannya harus selalu diarahkan untuk membantu rakyat dan mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat.
“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


