Poin Penting
- Sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi penyerap pembiayaan terbesar multifinance dengan nilai Rp90,69 triliun atau 16,67 persen dari total portofolio.
- Piutang pembiayaan sektor rumah tangga tumbuh tertinggi, mencapai 28,16 persen secara tahunan pada April 2026.
- Piutang pembiayaan multifinance naik 12,08 persen menjadi Rp514,65 triliun, dengan profil risiko tetap terjaga dan NPF gross sebesar 2,89 persen.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi tujuan utama penyaluran pembiayaan industri multifinance hingga April 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman membeberkan, sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi portofolio pembiayaan perusahaan multifinance dengan nilai mencapai Rp90,69 triliun.
“Pada April 2026 ini, tiga sektor ekonomi dengan penyaluran pembiayaan terbesar di industri multifinance, pertama adalah sektor pedagang besar dan eceran, angkanya mencapai 90,69 triliun rupiah atau 16,67 persen dari total piutang pembiayaan,” ujar Agusman dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK secara virtual, Jumat, 5 Juni 2026.
Baca juga: Hingga Maret 2026, Ada 8 Multifinance dan 11 Pindar Belum Penuhi Ekuitas Minimum
Posisi berikutnya ditempati sektor aktivitas penyewaan dengan nilai pembiayaan Rp57,76 triliun atau setara 10,61 persen dari total piutang pembiayaan.
Sementara itu, sektor industri pengolahan berada di urutan ketiga dengan nilai pembiayaan mencapai Rp53,70 triliun atau 9,87 persen dari total portofolio industri multifinance.
Pembiayaan Rumah Tangga Tumbuh Paling Tinggi
Di tengah dominasi sektor perdagangan, OJK mencatat sektor rumah tangga menjadi segmen dengan pertumbuhan piutang pembiayaan tercepat sepanjang April 2026.
Agusman mengungkapkan, piutang pembiayaan pada sektor rumah tangga tumbuh 28,16 persen secara tahunan (year on year/yoy), jauh lebih tinggi dibandingkan sektor ekonomi lainnya.
“Pertumbuhan piutang pembiayaan tertinggi yang tumbuh secara cepat atau tinggi adalah pada sektor rumah tangga, tumbuhnya sebesar 28,16 persen year on year,” ujarnya.
Baca juga: Utang Pindar Warga RI Naik 26,11 Persen di April 2026, Tembus Rp102,07 Triliun
Menurutnya, lonjakan tersebut didorong oleh tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan konsumtif maupun pembiayaan multiguna.
“Hal ini didorong oleh masih tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat untuk berbagai kebutuhan konsumsi dan juga untuk pembiayaan multiguna,” tandasnya.
Tumbuh dengan Risiko Terjaga
Secara keseluruhan, piutang pembiayaan industri multifinance tumbuh 12,08 persen secara tahunan menjadi Rp514,65 triliun pada April 2026.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan pembiayaan modal kerja yang naik 10,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, kualitas pembiayaan masih terjaga. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,89 persen, sedangkan NPF net berada di level 0,78 persen.
Sementara itu, gearing ratio industri tercatat sebesar 2,14 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator sebesar 10 kali. (*)
Editor: Yulian Saputra


