Poin Penting
- Belanja pemerintah pusat hingga Mei 2026 mencapai Rp1.059,3 triliun atau 33,6 persen dari pagu APBN 2026, tumbuh 52,6 persen secara tahunan
- Realisasi belanja K/L sebesar Rp517,7 triliun, naik 58,9 persen, didorong program MBG, bansos, KIP Kuliah, serta pembayaran THR
- Belanja non-K/L mencapai Rp541,6 triliun, tumbuh 47 persen, terutama untuk pembayaran pensiun, subsidi, serta kompensasi BBM dan listrik.
Jakarta – Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat hingga Mei 2026 sudah mencapai Rp1.059,3 triliun, tumbuh 52,6 persen atau 33,6 persen dari pagu APBN 2026 yang senilai Rp3.149,7 triliun.
“Belanja pemerintah pusat semakin produktif. Belanja pemerintah pusat pertumbuhannya 52,6 persen mencapai Rp1.059,3 triliun,” Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan dalam APBN KiTa, Jumat, 5 Juni 2026.
Baca juga: Setoran Pajak Naik 22,1 Persen jadi Rp834,4 Triliun di Mei 2026
Purbaya merinci, untuk realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp517,7 triliun atau 34,3 persen dari pagu APBN 2026, tumbuh 58,9 persen. Besaran belanja tersebut dipengaruhi antara lain oleh pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), Penyaluran Bansos seperti Program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN), kartu sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), dan KIP kuliah, serta pembayaran THR.
Baca juga: Purbaya Buka-bukaan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Utang Pemerintah
Sementara itu, belanja non-K/L sudah terealisasi mencapai Rp541,6 triliun atau 33 persen dari pagu APBN 2026, tumbuh 47 persen yang antaralain dipengaruhi untuk pembayaran manfaat pensiun, subsidi, kompensasi BBM dan listrik.
“Secara keseluruhan, realisasi belanja negara per Mei 2026 sebesar Rp1.059,3 triliun atau 35,5 persen dari pagu APBN 2026, tumbuh 34,4 persen yoy,” tutup Purbaya. (*)
Editor: Galih Pratama


