Poin Penting
- OK Bank mengangkat Sonny Firdaus Manopo sebagai Direktur baru dan memperpanjang Chairudin sebagai Komisaris Independen
- RUPS menetapkan penggunaan laba 2025 sebesar Rp159,97 miliar, sebagian untuk cadangan dan sisanya ditahan untuk penguatan modal
- Kinerja 2025 tumbuh kuat: laba Rp159,98 miliar (+220 persen), didorong kenaikan kredit, DPK, dan aset.
Jakarta – PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) atau OK Bank resmi menunjuk Sonny Firdaus Manopo sebagai Direktur Perseroan. Ia menggantikan Vincentia M Djuniwati Wijaya yang masa jabatannya telah berakhir.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang digelar Kamis (21/5) di Jakarta.
Dalam agenda tersebut, para pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Chairudin sebagai Komisaris Independen Perseroan.
Baca juga: OK Bank Raup Laba Rp159,9 Miliar di 2025, Meroket 220 Persen
Dengan demikian, susunan pengurus PT Bank Oke Indonesia Tbk menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama : Sang Ton Sim
- Komisaris Independen : Sondang Martha Samosir
- Komisaris Independen : Chairudin
Dewan Direksi
- Direktur Utama : Kang Kong Joo
- Wakil Direktur Utama : Hendra Lie
- Direktur Bisnis : Sonny Firdaus Manopo
- Direktur Kredit : Jong Ha Lee
- Direktur Kepatuhan : Efdinal Alamsyah.
Penggunaan Laba
RUPS juga menyetujui penggunaan laba perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp159,97 miliar.
Sebanyak maksimal 20 persen laba disisihkan sebagai cadangan, sedangkan sisanya dibukukan sebagai saldo laba ditahan guna memperkuat struktur permodalan perseroan.
Baca juga: Begini Strategi OK Bank Kembangkan Portofolio Bisnis di 2026
Wakil Direktur Utama Hendra Lie menyampaikan bahwa pada 2026 OK Bank akan fokus memperkuat aset sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan profitabilitas dan memperkuat liabilitas serta pendanaan.
“Strategi tersebut ditempuh setelah perseroan membukukan kinerja keuangan yang positif sepanjang 2025,” kata Hendra dikutip 21 Mei 2026.
Sepanjang 2025, laba bersih OK Bank melonjak menjadi Rp159,98 miliar dari Rp49,99 miliar pada 2024. Capaian terebut ditopang kinerja intermediasi yang solid. Realisasi kredit tumbuh dari Rp9,30 triliun di 2024 menjadi Rp10,73 triliun pada 2025.
Sejalan dengan kredit yang tumbuh agresif, pendapatan bunga bersih juga terkerek naik menjadi Rp688,88 miliar.
Rasio profitabilitas turut menunjukkan perbaikan. Return on Asset (RoA) tercatat sebesar 1,70 persen, sedangkan Return on Equity (RoE) naik menjadi 4,35 persen. Sedangkan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) berada di level 5,67 persen.
Sementara itu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 42,21 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh menjadi Rp8,98 triliun dari sebelumnya Rp7,54 triliun pada 2024.
Sejalan dengan pertumbuhan DPK dan kredit, total aset OK Bank meningkat menjadi Rp 13,42 triliun pada 2025, naik dibandingkan Rp11,87 triliun pada 2024 dan Rp11,07 triliun di 2023. (*)
Editor: Galih Pratama


