Poin Penting
- PT Bank Oke Indonesia Tbk fokus memperkuat aset, profitabilitas, serta pendanaan untuk menopang pertumbuhan 2026
- Hendra Lie menyebut perseroan mendorong ekspansi kredit selektif, transformasi digital, dan efisiensi operasional
- OK Bank memperkuat pendanaan lewat produk simpanan, layanan payroll, dan distribusi SBN ritel.
Jakarta – PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) tengah menyiapkan sejumlah strategi jitu dalam pengembangan portofolio bisnis di 2026.
Perseroan pun berfokus pada penguatan aset sebagai dasar pertumbuhan yang berkelanjutan, peningkatan profitabilitas, dan penguatan liabilitas dan pendanaan
Wakil Direktur Utama Hendra Lie mengatakan, penguatan aset perseroan menjadi salah satu strategi utama ke depan. Di mana, bank akan meningkatkan kualitas portofolio debitur, ekspansi kredit ritel dan korporasi secara selektif, serta diversifikasi produk dan layanan.
”Selain itu, OK Bank mengoptimalkan jaringan secara strategis, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Hendra, di Jakarta, 20 Mei 2026.
Selain penguatan aset, OK Bank juga berusaha meningkatkan profitabilitas melalui transformasi digital, efisiensi operasional, serta pengembangan layanan berbasis teknologi.
Baca juga: BSI Bukukan Laba Rp2,20 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 17,10 Persen
”Fokus pada penyaluran kredit yang berkualitas, diversifikasi produk, dan penerapan manajemen risiko yang prudent menjadi kunci perseroan dalam menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Perkuat Struktur Dana
Menurut Hendra, untuk memperkuat struktur pendanaan guna, OK Bank melakukan antara lain meningkatkan fitur dan layanan pada produk tabungan dan giro untuk memperkuat daya saing, meningkatkan kenyamanan bertransaksi, serta menyesuaikan penawaran produk dengan kebutuhan nasabah yang semakin dinamis.
Sementara dari sisi pendanaan, pihaknya mengembangkan program pendanaan jangka menengah dengan manfaat yang kompetitif guna menjaga stabilitas dana pihak ketiga, meningkatkan loyalitas nasabah, serta mendukung pertumbuhan pendanaan yang berkelanjutan.
Baca juga: Bank Jatim Raup Laba Bersih Rp661 Miliar di Kuartal I-2026
Di mana, turut berpartisipasi sebagai sub-mitra distribusi dalam pemasaran produk Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang diterbitkan pemerintah, sebagai upaya memperluas alternatif investasi bagi nasabah sekaligus mendukung pendalaman pasar keuangan nasional.
Selanjutnya, memperkuat layanan payroll untuk meningkatkan volume transaksi, memperluas basis nasabah, serta membuka peluang pengembangan produk dan layanan perbankan lainnya secara berkelanjutan.
”Seluruh upaya ini diarahkan untuk memperkuat fondasi keuangan dan mendorong pertumbuhan yang stabil dan sehat. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keuangan sekaligus meningkatkan kinerja Bank secara berkesinambungan,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama

