Poin Penting
- BSI mencetak laba bersih Rp2,20 triliun di kuartal I 2026, tumbuh 17,10 persen yoy didorong pembiayaan yang naik 14,39 persen menjadi Rp329 triliun
- Untuk pertama kalinya, laba kuartalan BSI menembus Rp2 triliun, dengan DPK tumbuh 17,99 persen yoy menjadi Rp377 triliun
- Pengguna BYOND mencapai 6,5 juta dan total aset BSI naik 14,78 persen yoy menjadi Rp460 triliun per Maret 2026.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI melanjutkan kinerja positifnya dengan membukukan laba bersih Rp2,20 triliun di kuartal I 2026 atau tumbuh 17,10 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan capaian kinerja tersebut ditopang dari kinerja intermediasi yang solid. Per Maret 2026, pembiayaan BSI tumbuh 14,39 persen yoy menjadi Rp329 triliun, yang ditopang mayoritas oleh segmen konsumer, diikuti segmen wholesale, dan retail.
“Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan NPF gross sebesar 1,8 persen membaik 8 bps dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga di kuartal I tahun 2026 ini BSI mampu membukukan laba Rp2,2 triliun atau tumbuh 17,1 persen yoy,” ucap Anggoro dalam Konferensi Pers di Jakarta, 12 Mei 2026.
Baca juga: Rekam Jejak Cholil Nafis yang Diangkat Jadi Komisaris Independen BSI
Di kesempatan yang sama, Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menambahkan raihan laba bersih ini merupakan sejarah bagi persroan karena mampu mencetak laba lebih dari Rp2 triliun dalam satu kuartal.
“Ini pertama kali dalam sejarah BSI satu quarter profit kita lebih dari Rp2 triliun. Jadi ini pertama kali kita catat yang tentu membawa optimisme semoga di sisa tahun 2026 ini bisa kita tingkatkan lebih baik lagi,” ujar Cahyo.
Kinerja DPK BSI
Sementara dari sisi pendanaan, BSI berhasil mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp377 triliun, tumbuh 17,99 persen yoy. Jika dirinci, segmen tabungan BSI tumbuh 20,18 persen yoy menjadi Rp165 triliun.
Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari kuatnya basis nasabah dan produk unggulan BSI seperti tabungan haji dan layanan bank emas.
Keberadaan aplikasi BYOND juga turut berkontribusi dalam pengumpulan dana BSI. Hingga saat ini, pengguna aplikasi BYOND tercatat telah mencapai 6,5 juta dan tumbuh 17,9 persen.
Baca juga: Kinerja 2025 Moncer, Dividen Tunai BSI Melonjak 44 Persen
Infrastruktur layanan BSI lainnya juga mengalami kenaikan. Di antaranya jumlah ATM yang telah mencapai 6.000 unit, EDC sebanyak 15 ribu merchant, QRIS 574 ribu merchant, dan BEWIZE sebanyak 46 ribu pengguna.
Berkat kinerja yang solid tersebut, total aset BSI berhasil tumbuh 14,78 persen yoy menjadi Rp460 triliun per Maret 2026. (*)
Editor: Galih Pratama


