Poin Penting
- Sompo Indonesia mencatat laba bersih Rp135,3 miliar pada 2025, tumbuh 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
- Pertumbuhan ditopang kenaikan premi neto 12 persen menjadi Rp1,87 triliun dan total aset yang naik 13 persen menjadi Rp4 triliun.
- Tingkat solvabilitas perusahaan terjaga di level 240 persen, dengan pembayaran klaim mencapai Rp853 miliar sepanjang 2025.
Jakarta – PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada 2025 di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri asuransi umum. Berdasarkan laporan keuangan audited, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp135,3 miliar, meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan premi yang solid, penguatan modal, serta strategi bisnis yang adaptif. Total aset Sompo Indonesia naik 13 persen secara tahunan menjadi Rp4 triliun, sementara net written premiums (premi neto) meningkat 12 persen menjadi Rp1,87 triliun.
President Director & CEO Sompo Indonesia, Eric Nemitz, mengatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan keberhasilan perusahaan menjaga pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi bisnis di tengah dinamika industri.
“Kami tetap berkomitmen kuat untuk memenuhi kebutuhan perlindungan aset dan kesehatan para nasabah serta mitra bisnis, melalui penerapan strategi bisnis yang adaptif dan berlandaskan integritas, sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan dalam aspek permodalan dan manajemen risiko,” ujarnya dalam acara Media Gathering di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Baca juga: Sompo Indonesia Hadirkan Asuransi Mudik, Premi Mulai Rp15 Ribu
Eric menambahkan, pendapatan premi masih didominasi lini asuransi kendaraan bermotor, properti, dan kesehatan. Ketiga lini bisnis tersebut menyumbang 79 persen dari total premi perusahaan.
“Ketiga lini bisnis tersebut mendorong premi bruto perusahaan mencapai Rp2,7 triliun sepanjang 2025,” ucap Eric.
Tingkat Solvabilitas Terjaga
Dari sisi permodalan, Sompo Indonesia menjaga tingkat solvabilitas (Risk Based Capital/RBC) untuk bisnis konvensional di level 240 persen, jauh di atas batas minimum regulator sebesar 120 persen. Kondisi ini mencerminkan kemampuan perusahaan yang kuat dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis.
Baca juga: Sompo Insurance Perkuat Perlindungan Kesehatan di Tengah Tantangan Inflasi Medis
Komitmen kepada nasabah juga tecermin dari pembayaran klaim yang mencapai Rp853 miliar pada 2025, tumbuh 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp71,1 miliar per bulan atau Rp2,3 miliar per hari,” jelas Eric. (*) Alfi Salima Puteri


