Poin Penting
- FJGS 2026 digelar 10 Juni–22 Juli dengan target transaksi Rp16 triliun, naik 4 persen dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp15,5 triliun
- Mengusung tema “Jakarta Belanja Penuh Cerita”, FJGS 2026 diharapkan mendorong konsumsi domestik serta menggerakkan sektor ritel, pariwisata, dan UMKM
- BTN menjadi sponsor utama FJGS 2026 dengan mendorong transaksi digital melalui QRIS balé By BTN.
Jakarta – Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 kembali digelar mulai Rp10 Juni – 22 Juli 2026, dengan menargetkan transaksi senilai Rp16 triliun. Angka tersebut naik 4 persen, dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp15,5 triliun.
Ketua Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026, Mualim Wijoyo, mengatakan, optimisme tersebut disokong dengan pelbagai program promosi yang disiapkan oleh 104 pusat perbelanjaan anggota APPBI DPD DKI Jakarta.
“Kami optimis transaksi ritel selama penyelenggaraan FJGS 2026 dapat mencapai Rp16 triliun. Hal ini didukung berbagai program yang telah disiapkan untuk menarik minat belanja masyarakat,” ujar Mualim, dalam Opening Ceremony FJGS 2026, di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Pada FJGS 2026 sendiri, mengusung tema “Jakarta Belanja Penuh Cerita”, dengan sponsor utama kategori Bank Partner PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Ajang saban tahun ini menjadi salah satu upaya mendorong konsumsi masyarakat sekaligus menggerakkan sektor ritel, pariwisata, dan UMKM di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kerek Konsumsi Domestik
Lanjutnya, FJGS 2026 bukan sekadar ajang belanja yang memberikan promo menarik. Lebih dari itu, menjadi bentuk kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang berkelanjutan.
Baca juga: Indonesia dan Singapura Perluas Kerja Sama Industri, Energi Hijau, dan Agriteknologi
Selama lebih dari satu bulan penyelenggaraannya, FJGS 2026 belanja tersebut diharapkan mampu memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi, terutama perdagangan dan pariwisata.
“Kami berharap FJGS 2026 dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi sektor perdagangan, pariwisata, dan UMKM,” jelas Mualim.
Selain menghadirkan promo belanja, FJGS 2026 juga turut diramaikan pameran UMKM Binaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta dengan harapan dapat memajukan usaha para UMKM dan mendorong masyarakat berbelanja barang lokal di pusat-pusat perbelanjaan.
“Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, inisiatif seperti ini sangat penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik,” imbuhnya.
BTN Dukung Transaksi Digital
Tahun ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menjadi sponsor utama FJGS 2026. Kolaborasi dengan bank pelat merah ini diharapkan mampu memperkuat transaksi ritel dan memperluas penggunaan layanan perbankan digital selama festival berlangsung.
Baca juga: Airlangga Ungkap Kendala Ekspor Listrik ke Singapura, Belum Jalan Tahun Ini
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan, keterlibatan perseroan merupakan bagian dari upaya mendorong konsumsi domestik sekaligus memperkuat sektor usaha.
“Sebagai bank yang terus berkomitmen menggerakkan roda perekonomian nasional, BTN hadir di FJGS 2026 untuk mendukung penuh pertumbuhan sektor riil dan memperkuat daya tahan UMKM domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Nixon, kolaborasi dan sinergi antara perbankan, pusat perbelanjaan, dan pelaku usaha lokal adalah kunci utama untuk mendorong konsumsi domestik yang menjadi motor penggerak ekonomi Jakarta.
Ia menambahkan, melalui dukungan ini, BTN tidak hanya memfasilitasi transaksi ritel skala besar, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi produk-produk UMKM binaan untuk naik kelas dan bersaing di pusat perbelanjaan modern.
“Selama festival berlangsung, para pengguna QRIS balé By BTN akan mendapatkan keuntungan langsung berupa kelipatan 3 nomor undian program FJGS E-Shoppercard. Ini adalah bentuk apresiasi kami untuk mendorong masyarakat berbelanja produk lokal sekaligus mempercepat penetrasi transaksi digital yang efisien bagi para pelaku usaha,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


