Poin Penting
- Indonesia dan Singapura memperkuat kerja sama ekonomi melalui enam kelompok kerja strategis, termasuk investasi, transportasi, dan agribisnis.
- Investasi Singapura di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun meningkat menjadi USD5,71 miliar pada 2025.
- Kedua negara memperluas kolaborasi di sektor energi hijau, talenta digital, dan pengembangan agriteknologi.
Jakarta – Indonesia dan Singapura memperkuat kerja sama ekonomi bilateral dalam kerangka enam Working Groups (WG), yaitu Batam, Bintan, Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), investasi, transportasi, pariwisata, ketenagakerjaan, dan agribisnis.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama ekonomi di wilayah Batam, Bintan, Karimun (BBK) dengan realisasi investasi meningkat dari USD4,61 miliar pada 2024 menjadi USD5,71 miliar pada 2025.
“Beberapa hal yang saya catat kerja sama bersama di BBK di tahun 2025 investasinya sebesar USD5,7 miliar dan ini naik dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Airlangga dalam konferensi pers, dikutip, Rabu 10 Juni 2026.
Baca juga: Airlangga Ungkap Kendala Ekspor Listrik ke Singapura, Belum Jalan Tahun Ini
Selain itu, perluasan Kawasan Batam Free Trade Zones dari 8 menjadi 22 pulau telah resmi berlaku, sementara Nongsa Digital Park semakin berkembang sebagai pusat digital regional dengan beroperasinya sejumlah pusat data. Selain itu pembangunan koneksi kabel bawah laut ke Singapura juga ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
Di bidang investasi, Kendal Industrial Park telah mencapai kapasitas penuh dan saat ini telah memasuki tahap ekspansi. Kerja sama energi hijau kedua negara juga semakin konkret melalui pengembangan salah satu proyek pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Indonesia yang berlokasi di Sulawesi Tengah.
Perkuat Talenta Digital dan Konektivitas Transportasi
Kerja sama pengembangan SDM turut diperkuat melalui program Tech:X dan Youth Mobility Programme yang bertujuan meningkatkan konektivitas talenta digital kedua negara serta mengoptimalkan potensi ekonomi digital.
Pada sektor transportasi, konektivitas udara Indonesia–Singapura telah mencakup 17 rute kota dengan dibukanya penerbangan baru maskapai Scoot ke Belitung dan Pontianak. Selain itu, kedua negara sedang menjajaki kerja sama yang lebih erat antara Garuda Indonesia dan Singapore Airlines dalam kerangka bilateral Air Service Agreement.
Kolaborasi Agribisnis dan Pariwisata Semakin Intensif
Di bidang agribisnis, kerja sama akan diperkuat melalui implementasi Work Plan 2026–2030. Sebagai bagian dari upaya pengembangan generasi baru inovator pertanian, 13 petani muda Indonesia berpotensi tinggi akan mengikuti program pelatihan pertanian di Singapura pada Juni 2026.
Di sektor pariwisata, mobilitas masyarakat kedua negara juga terus meningkat dengan 2,44 juta warga Indonesia berkunjung ke Singapura dan 1,5 juta warga Singapura berkunjung ke Indonesia pada tahun 2025. Kedua negara juga terus mendorong pengembangan wisata kapal pesiar, program destination twinning di sekitar Labuan Bajo, serta kolaborasi MICE yang dipimpin oleh sektor swasta.
Baca juga: Airlangga Ungkap Alasan BI Naikkan Suku Bunga di Luar Jadwal: Pasar Butuh Sinyal Kuat
Singapura Tetap Jadi Investor Asing Terbesar
Airlangga menegaskan signifikan si 6WG sebagai forum utama untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi Indonesia-Singapura yang konkret, berorientasi hasil, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara.
“Indonesia dan Singapura adalah mitra strategis yang memiliki hubungan ekonomi yang erat dan saling menguntungkan dengan kekuatan ekonomi masing-masing yang saling melengkapi. Sinergi tersebut telah menjadi landasan utama bagi keberlanjutan kemitraan kedua negara, serta semakin memperkuat relevansinya dalam menghadapi tantangan dan persaingan global yang kian kompleks dan dinamis,” imbuh Airlangga.
Baca juga: Purbaya Angkat Isu Pajak Selat Malaka, Ini Respons Menlu RI-Singapura
Sementara itu, Deputy Prime Minister (DPM) and Minister for Trade and Industry Singapura Gan Kim Yong juga menegaskan komitmen pemerintah Singapura untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara dalam berbagai sektor.
“Saya senang menyampaikan bahwa kondisi kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan Singapura semakin kuat dan yang terpenting, semakin menuju ke arah yang tepat,” pungkas Gan Kim Yong.
Secara statistik, pada akhir 2025 Singapura masih merupakan mitra utama dagang terbesar ketiga bagi Indonesia dengan total nilai perdagangan mencapai USD32,8 miliar. Hal ini mencerminkan tren positif pertumbuhan sebesar 3,9 persen selama kurun waktu 5 tahun terakhir.
Dalam bidang investasi, Singapura juga masih merupakan investor asing terbesar di Indonesia dengan total nilai investasi mencapai USD17,4 miliar pada tahun 2025. Dengan demikian, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir total nilai investasi Singapura di Indonesia telah mencapai USD75,5 miliar dan telah berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 820.000 lapangan pekerjaan di berbagai sektor. (*)
Editor: Yulian Saputra


