Poin Penting:
- Capaian ekonomi pemerintah ditopang pertumbuhan PDB 5,61 persen dan inflasi yang tetap terkendali.
- Realisasi investasi semester pertama mencapai Rp1.001 triliun atau 49 persen target tahunan.
- Program biodiesel B50, KUR, dan penguatan AI menjadi bagian strategi pembangunan pemerintah.
Jakarta – Pemerintah mengeklaim capaian ekonomi nasional terus menguat menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kinerja makroekonomi, investasi, hingga sektor energi menjadi sorotan utama dalam evaluasi kabinet.
Pemaparan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026). Sidang dipimpin langsung oleh Prabowo.
Airlangga mengatakan Prabowo meminta seluruh hasil kerja pemerintah disampaikan kepada masyarakat. Langkah itu menjadi bentuk akuntabilitas menjelang dua tahun pemerintahan pada Oktober mendatang.
Baca juga: DPR RI Ketok Palu, RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia Resmi Jadi UU
Capaian Ekonomi Didukung Pertumbuhan dan Stimulus
Airlangga menyebut pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal I mencapai 5,61 persen. Proyeksi pertumbuhan diperkirakan tetap berada pada kisaran tersebut.
Inflasi juga diproyeksikan tetap terjaga pada target 2,5 persen. Rentang toleransinya sebesar plus minus 1 persen.
Pemerintah menjaga konsumsi melalui berbagai stimulus. Kebijakan itu menjadi penopang penting capaian ekonomi nasional.
Stimulus meliputi diskon transportasi dan bantuan pangan. Pemerintah juga menyalurkan THR bagi ASN, TNI, Polri, serta bantuan hari raya bagi pengemudi ojek daring.
Insentif perpajakan turut diberikan kepada masyarakat. Pemerintah juga membebaskan bea masuk impor LPG.
Program magang dan vokasi ikut diperkuat. Langkah itu diarahkan menjaga aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
“Total anggaran stimulus di kuartal pertama sebesar Rp70 triliun dan di kuartal kedua sebesar Rp26,34 triliun,” ujar Airlangga.
Baca juga: Airlangga: Industri Pusat Data Batam Tumbuh 22 Persen, Lampaui Rata-rata Nasional
Investasi Tembus Rp1.001 Triliun, Energi Terus Diperkuat
Realisasi investasi triwulan II mencapai Rp511,8 triliun. Nilai itu sekitar 25 persen dari target tahunan Rp2.000 triliun.
Sepanjang semester pertama, investasi telah mencapai Rp1.001 triliun. Angka tersebut setara 49 persen dari target tahunan.
Kontribusi PMA dan PMDN berjalan berimbang. PMA mencapai Rp257,7 triliun, sedangkan PMDN Rp254,1 triliun.
Di sektor energi, pemerintah menjalankan program biodiesel B50. Program itu mendukung swasembada sekaligus transisi energi nasional.
Rasio elektrifikasi nasional juga mencapai sekitar 99 persen. Pemerintah terus memperluas akses listrik bagi masyarakat.
Pemerintah turut mengoptimalkan devisa hasil ekspor. Tata kelola sumber daya alam juga diperkuat melalui Danantara Sumber Daya Indonesia.
Menurut Airlangga, kebijakan tersebut mendapat apresiasi Standard & Poor’s. Lembaga itu menilai transparansi pengelolaan sumber daya semakin meningkat.
Baca juga: Airlangga Teken Pendirian WAICO, Indonesia Siap Perkuat Tata Kelola AI Global
Pembiayaan, Bullion, dan AI Jadi Penguat
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat telah mencapai Rp149,38 triliun. Pemerintah juga memperluas kredit untuk sektor pertanian dan industri padat karya.
Plafon kredit perumahan dinaikkan menjadi Rp50 triliun. Kebijakan itu diambil karena realisasinya mendekati 56 persen.
Ekosistem bullion nasional juga terus berkembang. Volume emas yang dikelola kini mencapai 153 ton.
Nilai pengelolaan emas mendekati 20 miliar dolar AS. Sementara itu, investasi di KEK mencapai Rp353,3 triliun pada kuartal I 2026.
Realisasi tersebut menciptakan 266.688 lapangan kerja. Pemerintah juga menjalankan program magang bagi 150.000 peserta.
Program vokasi menyasar 220.000 peserta. Sekitar 60 persen peserta magang langsung terserap ke dunia kerja.
Selain itu, Indonesia resmi menjadi founding member World AI Cooperation Organization (WAICO). Status tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam penyusunan kebijakan global kecerdasan buatan.
Airlangga menegaskan berbagai indikator tersebut menjadi bagian dari capaian ekonomi pemerintah. Hasil itu akan terus disampaikan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban. (*)
Editor: Yulian Saputra


