Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat 0,06 persen ke level Rp17.938 per dolar AS.
- Redanya tensi geopolitik AS-Iran menjadi sentimen positif bagi penguatan rupiah.
- Arus dana asing yang terus masuk diperkirakan menopang pergerakan rupiah di kisaran Rp17.850-Rp18.000 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan Selasa (21/7/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.938 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,06 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.948 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran mengisyaratakan kesediaan untuk kembali melakukan negosiasi.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan bahwa AS dan Iran mengisyaratkan kesediaan untuk melakukan negosiasi,” kata Lukman, Selasa, 21 Juli 2026.
Baca juga: Rekap Pasar Sepekan: IHSG Melonjak 4,24 Persen, Rupiah dan Obligasi Kompak Menguat
Dari domestik, sentimen positif juga datang dari berlanjutnya arus modal asing ke pasar keuangan Indonesia yang turut mendorong penguatan nilai tukar rupiah.
“Rupiah juga didukung oleh dana asing yang masih terus kembali masuk ke pasar Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Alarm Dunia Usaha Menyala, Pelemahan Rupiah dan Regulasi Jadi Biang Kerok
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Yulian Saputra


