Poin Penting
- Bank Jatim mencatat laba bersih Rp661 miliar pada kuartal I-2026.
- Penyaluran kredit tumbuh 40,85 persen menjadi Rp109,22 triliun.
- Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 37,59 persen secara tahunan.
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membukukan laba bersih senilai Rp661 miliar pada kuartal I 2026, naik 90,41 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp347 miliar.
Kinerja impresif ini didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 39,61 persen yoy menjadi Rp2,35 triliun secara konsolidasi.
Hingga Maret 2026, Bank Jatim berhasil menyalurkan total kredit secara konsolidasi mencapai Rp109,22 triliun, tumbuh 40,85 persen yoy. Total aset perseroan juga tumbuh 38,85 persen YoY menjadi sebesar Rp164,07 triliun.
Baca juga: Khofifah Sebut Bunga KUR Bank Jatim 5,99 Persen jadi Good News bagi Pelaku Usaha
Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 37,59 persen YoY dari Rp89,25 triliun pada kuartal I/2025 menjadi Rp122,80 triliun pada kuartal I/2026.
Selain kinerja konsolidasi, Bank Jatim juga mencatat performa solid secara bank only. Sepanjang periode Januari-Maret 2026, total kredit yang berhasil disalurkan mencapai Rp 65,97 miliar dengan total aset Rp101,06 triliun dan laba bersih sebesar Rp377 miliar.
Sebelumnya, sepanjang tahun buku 2025, Bank Jatim membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp1,61 triliun sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 24,80 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp1,29 triliun pada periode sebelumnya.
Perseroan juga mencatatkan total aset mencapai Rp168,85 triliun atau melonjak 42,93 persen yoy. Sementara itu, penyaluran kredit konsolidasi tumbuh signifikan sebesar 46,65 persen dari Rp75,35 triliun menjadi Rp110,503 triliun.
Baca juga: Bank Jatim Raup Laba Rp1,61 Triliun di 2025, Tumbuh 24,80 Persen
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, pencapaian kinerja positif perseroan tak terlepas dari berbagai terobosan strategis yang dilakukan Bank Jatim untuk mengakselerasi bisnis.
Salah satunya melalui sinergi bersama UMKM serta digitalisasi yang memungkinkan layanan bank menjadi lebih mudah dan nyaman bagi seluruh nasabah.
“Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik hingga fundamental bisnis yang sehat,” ujar Winardi, dalam keterangannya, Kamis, 7 Mei 2026.
Baca juga: Bank Jatim Bidik 2 Juta Pengguna JConnect hingga Akhir 2026
Ia menambahkan, pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil karena didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders.
“Capaian ini merupakan hasil dari fokus perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan. Kami optimis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


