Poin Penting
- Bank Jatim menargetkan 2 juta pengguna JConnect hingga akhir 2026.
- JConnect versi terbaru hadir dengan 36 fitur baru menuju pengembangan super apps.
- Saat ini pengguna mencapai 1,02 juta dan ditargetkan tumbuh signifikan dalam dua tahun.
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menargetkan jumlah pengguna aplikasi JConnect mencapai 2 juta hingga akhir 2026. Target ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat layanan perbankan digital yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan nasabah.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, inovasi menjadi kunci utama dalam pengembangan bisnis perseroan. Transformasi digital Bank Jatim telah dimulai sejak 2016 melalui peluncuran layanan mobile banking.
Seiring perkembangan kebutuhan nasabah, perseroan kemudian melakukan rebranding menjadi JConnect pada 2021.
Baca juga: Bank Jatim Raup Laba Rp1,61 Triliun di 2025, Tumbuh 24,80 Persen
“Rebranding tersebut bukan sekadar perubahan nama, tetapi merupakan komitmen untuk menghadirkan konektivitas tanpa batas bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia,” ujar Winardi, dalam keterangannya, Senin, 20 April 2026.
Ia menambahkan, Bank Jatim sendiri kini resmi memperkenalkan JConnect versi terbaru yang dikembangkan berdasarkan masukan langsung dari nasabah atau voice of customer. Versi anyar ini dilengkapi 36 fitur baru sebagai langkah awal menuju pengembangan super apps.
Sejumlah fitur unggulan yang ditawarkan antara lain login biometrik, portofolio terintegrasi, top up e-wallet seperti OVO, GoPay, DANA, dan e-money, layanan pengaduan online, hingga fitur pengelolaan kartu debit secara mandiri. Selain itu, tersedia pula fitur transfer terjadwal serta personalisasi tampilan aplikasi.
Baca juga: Meski Kinerja Solid, Aher Ingatkan Hal Ini ke Bank Jatim
Hingga saat ini, jumlah pengguna terdaftar JConnect telah mencapai sekitar 1,02 juta. Dengan peluncuran versi terbaru, perseroan optimistis jumlah pengguna dapat tumbuh signifikan dalam dua tahun ke depan.
“JConnect ditujukan untuk seluruh segmen nasabah, mulai dari ritel, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga korporasi. Aplikasi ini dirancang agar mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk di wilayah dengan keterbatasan layanan perbankan fisik,” bebernya.
Ke depan, pihaknya berharap JConnect tidak hanya menjadi sarana transaksi, tetapi juga berkembang menjadi solusi keuangan yang mampu mendukung kebutuhan finansial nasabah secara menyeluruh. (*)
Editor: Yulian Saputra








