Poin Penting
- OK Bank membukukan laba bersih Rp159,98 miliar pada 2025, melonjak 220 persen dibanding tahun sebelumnya
- Kredit naik menjadi Rp10,73 triliun dan pendapatan bunga bersih mencapai Rp688,88 miliar, mendorong perbaikan profitabilitas
- DPK tumbuh ke Rp8,98 triliun, total aset naik ke Rp13,42 triliun, dengan CAR tetap kuat di 42,21 persen.
Jakarta – PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) mencatatkan laba bersih senilai Rp159,98 miliar di sepanjang 2025. Capaian laba ini meroket 220 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp49,99 miliar.
Direktur Utama OK Bank, Hendra Lie, mengatakan, kinerja perseroan di sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan impresif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Secara keseluruhan, kinerja 2025 memperlihatkan bahwa OK Bank berhasil mencatat pertumbuhan yang sehat dengan peningkatan signifikan pada profitabilitas, ekspansi kredit, serta penguatan basis pendanaan dan aset,” ujar Hendra, dalam acara Public Expose, di Jakarta, Rabu, (20/5).
Baca juga: Pollux Hotels Group Percepat Pelunasan Kredit dari OK Bank
Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, realiasi kredit OK Bank melonjak menjadi Rp10,73 triliun pada 2025 dibanding Rp9,30 triliun pada 2024.
Sejalan dengan penyaluran kredit tersebut, OK Bank mampu mendongkrak pendapatan bunga bersih menjadi Rp688,88 miliar di 2026. Pendapatan bunga tersebut turut mendorong perbaikan rasio profitabilitas perseroan.
Jika dirinci, Return on Asset (RoA) meningkat menjadi 1,70 persen dan Return on Equity (RoE) naik menjadi 4,35 persen. Sementara itu, Margin Bunga Bersih (NIM) berada pada level 5,67 persen, sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, yang menunjukkan bank mampu menjaga margin keuntungan dari aktivitas penyaluran kredit.
Sementara dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh dari Rp7,54 triliun pada 2024 menjadi menjadi Rp8,98 triliun di 2025.
Baca juga: KPR Melambat, OJK: Perbankan Lebih Selektif Salurkan Kredit
Sejalan dengan pertumbuhan kredit dan DPK, total aset OK Bank melonjak menjadi Rp13,42 triliun pada 2025 dari Rp11,87 triliun pada 2024 dan Rp11,07 triliun pada 2023.
Sedangkan posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) atau Kewajiban Penyediaan Modal Minimum berada di level 42,21 persen berada di tingkat yang sehat dan di atas ketentuan regulasi. (*)
Editor: Galih Pratama

