Poin Penting
- Bank Kalsel resmi beroperasi sebagai Bank Devisa setelah pembukaan rekening valuta asing (valas).
- Status ini memungkinkan layanan transaksi internasional tanpa perantara bank lain.
- Nasabah dapat mengakses layanan valas, remittance, hingga transaksi ekspor-impor.
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) resmi beroperasi sebagai Bank Devisa. Peresmian ini ditandai dengan pembukaan rekening valuta asing (valas) yang dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, Senin (23/6).
Dengan status sebagai Bank Devisa, Bank Kalsel kini dapat melayani berbagai transaksi keuangan internasional secara langsung tanpa melalui bank devisa lain sebagai perantara.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyebut peningkatan status tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan bisnis perusahaan sekaligus peningkatan layanan kepada masyarakat.
“Peningkatan status menjadi Bank Devisa ini merupakan jawaban nyata kami atas dinamika kebutuhan nasabah yang semakin global. Melalui status baru ini, kebutuhan transaksi internasional kini dapat dilakukan dengan lebih mudah dan aman langsung melalui Bank Kalsel,” kata Fachrudin dikutip laman Bank Kalsel, Selasa, 23 Juni 2026.
Baca juga: Bank Kalsel Siap Operasikan Bank Devisa, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Kalsel 8,1 Persen
Menurutnya, status Bank Devisa memungkinkan nasabah perorangan maupun korporasi mengakses berbagai layanan keuangan internasional, mulai dari pembukaan rekening valas, pengiriman uang ke luar negeri (remittance), penerimaan dana dari luar negeri, hingga transaksi jual beli mata uang asing.
Sebelumnya, sebagai bank non-devisa, Bank Kalsel hanya berfokus pada transaksi domestik dalam mata uang rupiah. Kini, bank milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut memiliki kapasitas untuk melayani transaksi lintas negara.
Bidik Jemaah Umrah, Mahasiswa, dan Pelaku Ekspor-Impor
Lebih lanjut, pihaknya menyebut layanan devisa dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen nasabah. Salah satunya adalah masyarakat yang akan menunaikan ibadah umrah dan haji.
Melalui layanan valuta asing, nasabah dapat memperoleh kebutuhan mata uang Riyal Arab Saudi untuk keperluan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Baca juga: OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun
Selain itu, layanan Bank Devisa juga ditujukan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri, wisatawan, pelaku usaha ekspor-impor, hingga masyarakat yang rutin menerima atau mengirim dana dari luar negeri.
Aktivitas pengiriman dana internasional didukung layanan remittance melalui jaringan perbankan global yang terhubung dengan sistem SWIFT. Bank Kalsel menggunakan kode SWIFT PDKSIDBB sebagai identitas resmi dalam transaksi internasional.
Hadirkan Tabungan dan Deposito Valas
Sebagai Bank Devisa, Bank Kalsel juga menghadirkan sejumlah produk berbasis valuta asing, seperti tabungan valas, deposito valas, giro valas, serta layanan jual beli uang kertas asing (banknotes).
Manajemen Bank Kalsel menilai produk-produk tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan kebutuhan pendidikan, perjalanan ibadah, wisata, maupun investasi dalam mata uang asing.
Saat ini, layanan operasional devisa Bank Kalsel dapat diakses melalui tiga kantor cabang, yakni Kantor Cabang Utama Banjarmasin, Kantor Cabang Jakarta, dan Kantor Cabang Batulicin.
Dengan status Bank Devisa, Bank Kalsel berharap dapat memperluas jangkauan layanan, meningkatkan daya saing, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang semakin terhubung dengan pasar global. (*)
Editor: Yulian Saputra


