Poin Penting
- Prabowo menegaskan Rusia sebagai salah satu mitra penting Indonesia.
- Putin menyebut Indonesia sebagai mitra kunci Rusia di kawasan Asia-Pasifik.
- Kerja sama ekonomi, perdagangan, teknologi, energi, dan konektivitas menjadi bagian dari hubungan kedua negara.
Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto makan siang bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok. Pertemuan itu membahas arah penguatan hubungan Indonesia dan Rusia.
Jamuan berlangsung Kamis (3/9/2026) waktu setempat di sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam forum ekonomi tersebut.
Pertemuan kedua pemimpin menyoroti hubungan bilateral yang telah berlangsung puluhan tahun. Hubungan itu kini berkembang menjadi kemitraan strategis kedua negara.
Baca juga: Prabowo Targetkan Bursa Mineral yang Diawasi OJK Beroperasi 1 Januari 2027
Prabowo menilai Rusia memiliki posisi penting dalam hubungan luar negeri Indonesia. Ia ingin kerja sama kedua negara terus memberikan manfaat bagi keduanya.
“Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting. Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat,” kata Prabowo dikutip Antara, Kamis, 3 September 2026.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia dimulai pada 3 Februari 1950. Kedua negara kemudian terus memperluas kerja sama melalui berbagai sektor.
Prabowo menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat selama kunjungannya. Ia juga mengaku gembira dapat kembali mengunjungi Vladivostok.
Ia turut menyampaikan ucapan selamat atas Hari Nasional Federasi Rusia. Prabowo juga meminta maaf karena tidak menghadiri KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35.
Namun, kehadirannya dalam EEF menjadi kesempatan memperkuat hubungan kedua negara. Forum tersebut dinilai membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
EEF Jadi Jembatan Kerja Sama Kawasan
Prabowo melihat EEF memiliki potensi besar memperkuat konektivitas kawasan. Indonesia juga memandang forum tersebut sebagai ruang memperluas kerja sama ekonomi.
“Sekali lagi kami merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Timur ke-11. Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan kita,” kata Prabowo.
Indonesia dan Rusia sama-sama berada di kawasan Pasifik. Kondisi tersebut membuat konektivitas dan sektor maritim menjadi semakin penting.
Prabowo memastikan Indonesia akan terus meningkatkan kerja sama dengan Rusia. Kerja sama tersebut diarahkan untuk menghasilkan keuntungan bagi kedua negara.
Hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara juga terus menunjukkan peningkatan. Kemajuan serupa terjadi dalam berbagai bidang kerja sama lainnya.
“Dalam beberapa hal hubungan kita terus meningkat. Sebagaimana yang Mulia telah menyampaikan, di bidang ekonomi perdagangan kita meningkat. Kita juga kerja sama dalam berbagai bidang juga sangat mengalami kemajuan,” kata Prabowo.
Baca juga: Trump Klaim Selat Hormuz sebagai Wilayah AS, Rusia Pertanyakan Hukum Internasional
Putin Ungkap Posisi Strategis Indonesia
Putin menyambut kedatangan Prabowo dalam forum ekonomi tersebut. Ia juga mengapresiasi kehadiran Indonesia sebagai tamu kehormatan utama.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berkunjung ke Kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama,” kata Putin.
Putin menyebut Indonesia sebagai mitra kunci Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Ia juga menyoroti hubungan persahabatan kedua negara yang telah berlangsung lama.
“Saya sangat senang. Hubungan pribadi kita mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia,” ujar Putin.
Baca juga: Bahlil Kunci Impor Minyak Rusia lewat Kontrak Jangka Panjang
Putin kemudian mengungkap perkembangan perdagangan kedua negara. Volume perdagangan Rusia dan Indonesia disebut meningkat 12 persen pada tahun lalu.
Kerja sama bilateral juga mencakup pertanian dan pembangunan kapal. Teknologi digital serta energi nuklir turut menjadi perhatian Rusia.
Putin juga menyinggung perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia. Kedua negara juga bekerja sama melalui berbagai forum internasional, termasuk PBB.
“Saya yakin bahwa pertemuan hari ini akan memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral antara kedua negara kita,” kata Putin.


