Poin Penting
- Peran cabang Maybank Indonesia akan berubah seiring meningkatnya transaksi digital
- Jumlah cabang akan berkurang bertahap, mengikuti perubahan perilaku nasabah
- Transaksi digital terus meningkat, dengan M2U terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) menyebut peran kantor cabang perbankan ke depan tidak dapat terlepas dari perubahan perilaku nasabah dan perkembangan teknologi digital.
Direktur Operations Maybank Indonesia, Widya Permana mengatakan, perkembangan teknologi dan perubahan perilaku nasabah membuat sebagian aktivitas perbankan beralih ke kanal digital. Hal ini pada akhirnya turut memengaruhi kebutuhan terhadap jaringan kantor cabang.
“Peran cabang di sini tentu akan berubah,” ujarnya, di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Menurutnya, kantor cabang Maybank Indonesia ke depan akan disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Saat ini, Maybank Indonesia memiliki beberapa tipe cabang, mulai dari flagship branch hingga cabang berukuran lebih kecil dengan fungsi transaksional.
Baca juga: Maybank Indonesia Catat Total Kredit Rp126,28 Triliun per 30 Juni 2026
Meski transaksi digital terus berkembang, Widya menilai keberadaan kantor cabang masih tetap dibutuhkan. Salah satu peran yang semakin penting adalah memberikan layanan advisory kepada nasabah, seperti membantu nasabah menentukan pilihan investasi atau produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Ia menyebut sejumlah transaksi masih membutuhkan kehadiran fisik, seperti setor dan tarik tunai serta penukaran uang. Selain itu, sejumlah instrumen fisik seperti warkat, giro, dan cek juga masih membutuhkan layanan kantor cabang.
“Akhirnya peran cabang tetap masih ada walaupun sudah berkurang tentunya ya. Setelahnya tentu semuanya akan beralih ke digital lewat online,” kata Widya.
Jumlah Cabang Berkurang Bertahap
Widya mengatakan, penyesuaian jaringan kantor cabang merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari seiring meningkatnya penggunaan teknologi dan menurunnya kebutuhan nasabah untuk datang langsung ke kantor cabang.
“Tidak bisa dihindari memang jumlah cabang akan berkurang. Walaupun itu tidak signifikan tapi secara bertahap,” jelasnya.
Menurut dia, penyesuaian kantor cabang tidak hanya terjadi di Maybank Indonesia, tetapi merupakan bagian dari perubahan yang berlangsung di industri perbankan, baik di Indonesia maupun secara global.
Sejalan dengan perubahan tersebut, Maybank Indonesia terus mendorong nasabah untuk memanfaatkan layanan digital dalam melakukan transaksi sehari-hari, salah satunya melalui aplikasi Maybank2u (M2U).
Widya menyebut transaksi digital Maybank Indonesia mengalami peningkatan, baik dari sisi jumlah transaksi maupun nominal. Peningkatan juga terlihat dari penetrasi layanan digital dan jumlah nasabah yang menggunakan layanan digital Maybank.
Baca juga: Maybank Indonesia Siap Luncurkan Green Bond
“Tren digital itu meningkat secara jumlah transaksi maupun secara nominal,” kata Widya.
Ia mengungkapkan, Maybank Indonesia masih melihat adanya ruang untuk meningkatkan pengalaman nasabah melalui layanan digital. Saat ini, M2U telah menyediakan gambaran portofolio nasabah secara lebih menyeluruh, mulai dari pinjaman, kartu kredit, KPR, tabungan hingga investasi, termasuk pembelian reksa dana. Pihaknya juga berencana terus mengembangkan fitur-fitur dalam aplikasi M2U.
“Kami tidak puas sampai di situ. Kami akan terus melakukan improvement,” tutupnya. (*) Ayu Utami


