Poin Penting
- Avrist General Insurance membukukan premi Rp239 miliar hingga Juni 2026, dengan total ekuitas Rp232 miliar dan laba setelah pajak Rp6 miliar
- Permodalan perseroan tetap solid, tercermin dari RBC sebesar 210 persen dan total aset yang mencapai Rp906 miliar per Juni 2026
- Avrist General Insurance memperkuat portofolio produk dengan mengembangkan lini marine cargo, engineering, personal accident, casualty, e-travel, dan lainnya.
Jakarta – PT Avrist General Insurance mencatatkan kinerja positif hingga paruh pertama 2026. Sejumlah indikator keuangan perseroan menunjukkan kondisi yang solid, tercermin dari perolehan premi, ekuitas, hingga laba setelah pajak.
Hingga Juni 2026, Avrist General Insurance membukukan pendapatan premi sebesar Rp239 miliar. Pada periode yang sama, total ekuitas perseroan tercatat Rp232 miliar, sementara laba setelah pajak mencapai Rp6 miliar.
Direktur Utama Avrist General Insurance, Dwi Wahyuni mengatakan, capaian tersebut mencerminkan kondisi perusahaan yang tetap solid hingga semester I 2026.
“Per Juni 2026, kami berhasil membukukan premi di Rp239 miliar. Kemudian total equity di Rp232 miliar dan profit after tax di Rp6 miliar,“ ujar Dwi dalam Press Conference One Avrist Synergy, di Jakarta, 3 September 2026.
Baca juga: DPLK Avrist Targetkan Nasabah Tumbuh 15 Persen di 2026
Selain kinerja keuangan, tingkat permodalan berbasis risiko atau Risk Based Capital (RBC) Avrist General Insurance juga berada pada level 210 persen, jauh di atas ambang batas regulator yang sebesar 120 persen. Adapun total aset perseroan mencapai Rp906 miliar per Juni 2026.
Dari sisi struktur kepemilikan saham, Avrist Assurance menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 99,65 persen. Sementara PT Binadana HaHaDe menguasai 0,35 persen saham perseroan.
“Pemegang saham kami terdiri dari Avrist Assurance itu 99,65 persen dan PT Binadana HaHaDe di 0,35 persen,” bebernya.
Fokus Kembangkan Produk Asuransi
Di tengah kinerja yang tetap terjaga, Avrist General Insurance terus memperkuat portofolio bisnis melalui pengembangan produk asuransi. Dwi menyebut, kendaraan bermotor masih menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan.
Selain kendaraan bermotor, perseroan juga mengembangkan sejumlah lini bisnis lain, seperti asuransi properti dan marine cargo.
“Saat ini kami memang sedang mengembangkan marine cargo, engineering, personal accident insurance, casualty insurance itu bisa terdiri dari asuransi keuangan, asuransi penggelapan, dan baru-baru ini minggu lalu kami me-launch e-travel,” jelasnya.
Avrist General Insurance juga memiliki produk third party liability yang mencakup public liability dan workmen compensation.
Baca juga: Asuransi Bintang Bongkar Dugaan Fraud Sistematis, Rp400 Juta Raib Tiap Bulan
Dwi mengatakan, pengembangan produk tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas pasar sekaligus memperkuat kanal distribusi.
“Produk-produk tersebut kami dapatkan dari distribution channel melalui broker, melalui agency di mana kami memang awal dari awal itu kuat di agency,” bebernya.
Produk-produk Avrist General Insurance dipasarkan melalui sejumlah kanal distribusi, mulai dari agency, broker, perbankan, hingga direct marketing. (*)
Editor: Galih Pratama


