Poin Penting
- Allo Bank menyiapkan dana Rp300 miliar untuk buyback saham atau 1,93 persen dari total aset perseroan.
- Dana buyback akan menggunakan saldo laba ditahan dan saham hasil buyback akan disimpan sebagai treasury stock.
- Buyback diperkirakan menurunkan CAR Allo Bank dari 66,35 persen menjadi sekitar 63,58 persen.
Jakarta – PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp300 miliar, setara 1,93 persen dari total aset perseroan.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dijelaskan bahwa dana untuk aksi buyback saham bank milik konglomerat Chairul Tanjung itu akan menggunakan saldo laba ditahan.
Allo Bank menyebut buyback dilakukan untuk memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam menjaga stabilitas harga saham agar lebih mencerminkan kinerja perusahaan.
Diketahui, saham Perseroan (treasury stock) mengalami penurunan harga, sehingga buyback saham menjadi langkah untuk menstabilkan harga dari kondisi pasar yang fluktuatif.
Sepanjang 2026 hingga saat ini, saham BBHI tercatat terkoreksi 39,26 persen menjadi Rp905 per saham, dari posisi Rp1.490 per saham pada awal tahun.
Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, Allo Bank Siapkan Rp200 Miliar untuk Buyback Saham
Selain itu, langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasury untuk jangka waktu sebagaimana diatur dalam POJK 29/2023,” tulis Direksi Allo Bank dikutip, Kamis, 3 September 2026.
Baca juga: Usai Buyback, BEI Catat Perubahan Data Pemegang Saham
Adapun, aksi buyback saham itu berpotensi menurunkan aset dan ekuitas Perseroan senilai Rp300 miliar, serta menyebabkan turunnya rasio kecukupan modal (CAR) Perseroan sebesar lebih kurang 2,77 persen, atau dengan menggunakan asumsi per 30 Juni 2026, secara performa CAR Perseroan turun dari 66,35 persen menjadi sekitar 63,58 persen.
Laba Semester I 2026 Tetap Positif
Dari sisi bottom line, Perseroan tetap mencatatkan keuntungan setelah buyback saham senilai Rp227,66 miliar pada semester I 2026.
Oleh karena itu, perseroan memastikan bahwa buyback saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha dan likuiditas Perseroan mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan cashflow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan. (*)
Editor: Yulian Saputra


