Poin Penting
- Porsi pembiayaan produktif pindar Mei 2026 sebesar 33,70 persen atau Rp34,95 triliun, masih di bawah target OJK 40–50 persen.
- Porsi pembiayaan produktif turun dari 34,31 persen pada Maret menjadi 33,70 persen pada Mei 2026.
- OJK menilai target sulit dicapai tanpa penguatan industri di tengah tantangan ekonomi dan risiko pembiayaan UMKM.
Jakarta – Porsi pembiayaan sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada industri fintech peer-to-peer (P2P) lending alias pinjaman daring (pindar) masih berada di bawah target yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Per Mei 2026, kontribusi pembiayaan produktif tercatat sebesar 33,70 persen dengan nilai mencapai Rp34,95 triliun.
Berdasarkan data OJK, porsi pembiayaan produktif industri pindar pada April 2026 tercatat sebesar 34,09 persen, turun dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 34,31 persen.
Baca juga: Laba Industri Pindar Mei 2026 Tumbuh 37,43 Persen, TWP90 Masih Jadi Sorotan
Penurunan tersebut menjadikan capaian industri ini kian jauh dari target OJK, yakni mendorong porsi pembiayaan produktif berada di kisaran 40-50 persen sepanjang 2025-2026.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) OJK, Agusman mengatakan bahwa pencapaian target tersebut masih membutuhkan penguatan berkelanjutan dari industri pindar.
“Target 40 persen hingga 50 persen masih membutuhkan penguatan berkelanjutan dari industri, mengingat dipengaruhi antara lain dinamika perekonomian, karakteristik risiko pembiayaan, serta strategi masing-masing penyelenggara,” ujar Agusman, dalam keterangannya, dikutip Rabu, 15 Juli 2026.
Baca juga: AFTECH Update Proses Hukum Dugaan Kartel Bunga Pindar, Mayoritas Ajukan Banding
Menurutnya, kemampuan industri pindar dalam meningkatkan pembiayaan produktif tidak hanya bergantung pada kapasitas penyaluran dana, tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi serta profil risiko sektor usaha yang menjadi sasaran pembiayaan.
Tantangan Industri Pindar Dorong Pembiayaan Produktif
Target peningkatan pembiayaan produktif sendiri menjadi salah satu agenda OJK untuk memperkuat peran industri pindar dalam mendukung sektor riil, khususnya UMKM.
Namun, perlambatan ekonomi dan meningkatnya kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan menjadi tantangan bagi penyelenggara.
Industri pindar perlu memperkuat strategi penyaluran pembiayaan ke sektor produktif dengan tetap menjaga kualitas kredit. Pasalnya, sektor UMKM memiliki karakteristik risiko yang berbeda dibandingkan pembiayaan konsumtif. (*)
Editor: Galih Pratama


