Poin Penting
- Purbaya mengatakan perbaikan sistem kerja, SDM, serta mekanisme penghargaan dan sanksi disebut mendorong kenaikan penerimaan pajak
- Semester I 2026 mencapai 43,9 persen target APBN dan tumbuh 24,6 persen secara tahunan
- Pemerintah akan terus memperkuat SDM, teknologi informasi, dan sistem insentif perpajakan.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pertumbuhan penerimaan pajak yang melesat di semester I 2026 merupakan hasil dari perbaikan sistem secara menyeluruh di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Purbaya menjelaskan, perbaikan tersebut mencakup sistem kerja, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), serta penerapan mekanisme penghargaan dan sanksi (stick and carrot) guna meningkatkan kinerja perpajakan.
“Kami mengerti tahun lalu ada inefisiensi sedikit di perpajakan jadi kita perbaiki progresi pajak, cara mereka bekerja, cara kita mempromosikan orang, dan kita juga beri stick and carrot sehingga ada perbaikan di perpajakan,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama DPR RI, Rabu, 15 Juli 2026.
Baca juga: Pemerintah Kaji Insentif Pajak untuk ETF Emas Non-Delivery
Purbaya menilai pertumbuhan penerimaan pajak di semester I 2026 merupakan wujud dari pembenahan yang dilakukan pemerintah setelah terjadi berbagai kendala di tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, hingga semester I 2026 penerimaan pajak mencapai Rp1.035,7 triliun atau 43,9 persen dari target APBN 2026 yang sebesar Rp2.357,7 triliun. Angka ini tumbuh 24,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kalau kita lihat di semester I 2026 pertumbuhan pajak mencapai 24 persen dibandignkan tahun yang lalu. Jadi ada langkah-langkah yang signifikan untuk memperbaiki kelemahan yang terjadi di tahun lalu,” ungkapnya.
Baca juga: Penerimaan Pajak Tumbuh 33 Persen, DJP Klaim Tak Lagi Bergantung pada Boom Komoditas
Ke depan, Purbaya akan terus melakukan pembenahan guna mengoptimalkan kinerja perpajakan. Perbaikan tersebut diantaranya, peningkatan kualitas SDM, pengembangan teknologi informasi (TI), dan penyempurnaan sistem insentif dan sanksi bagi pegawai.
“Saya pastikan ke depan akan kita coba perbaiki terus menerus dan perbaikan harusnya akan terjadi, karena pendekatan kita cukup sistematis termasuk IT, sdm dan stick and carrot yang pas untuk orang-orang di perpajakan,” paparnya. (*)
Editor: Galih Pratama


