Poin Penting
- Media asing menilai mundurnya Perry Warjiyo berpotensi mengguncang sentimen pasar dan kepercayaan investor
- Pasar menunggu sosok pengganti Perry serta arah kebijakan Bank Indonesia ke depan
- Perry dinilai sebagai figur kredibel yang selama ini menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Jakarta – Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), pada Senin (27/7), mendapat sorotan luas media asing.
Reuters, Bloombers hingga The Straits Times menilai keputusan yang diumumkan mendadak tersebut berpotensi memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia, di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan meningkatnya kekhawatiran atas independensi bank sentral.
Dalam laporan Reuters berjudul “Indonesia central bank governor Perry Warjiyo steps down in surprise move”, Senin (27/7), diberitakan bahwa pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi langkah mengejutkan dan berpotensi mengguncang sentimen investor.
Sebab, kekhawatiran utama pasar mengenai independensi BI serta arah kebijakan moneter ke depan.
Sentimen pasar pun terlihat sesaat setelah pengumuman tersebut. Di mana, nilai tukar rupiah sempat melemah sekitar 0,14 persen ke level Rp17.960 per dolar Amerika Serikat pada awal perdagangan.
Sementara itu, indeks saham utama sempat turun hingga 0,68 persen sebelum akhirnya berbalik menguat sekitar 0,26 persen.
Baca juga: Independensi BI Tinggal Kenangan: Mengapa Gubernur BI Mendadak Mundur?
Spesialis ASEAN dari Aletheia Capital, Angus Mackintosh, menilai bahwa Perry Warjiyo dikenal sebagai bankir sentral yang memiliki rekam jejak kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
“Pengunduran diri Perry Warjiyo kemungkinan akan ditanggapi secara negatif oleh pasar, mengingat ia adalah sosok yang andal dan memiliki rekam jejak yang baik,” ujar
Menurutnya, respons pasar selanjutnya akan sangat ditentukan oleh siapa yang ditunjuk sebagai gubernur definitif BI.
“Banyak hal akan bergantung pada siapa yang mengambil alih posisi tersebut dengan Destry, seorang Deputi Gubernur Senior yang akan mengisi posisi itu untuk sementara waktu. Jika keponakan Prabowo (Thomas Djiwandono) yang masuk sebagai Deputi Gubernur, pasar akan memandangnya dengan penuh kecurigaan, mengingat ini adalah posisi teknokratis yang krusial dan BI seharusnya tetap independent,” ujarnya.
Bloomberg: Investor Kehilangan Salah Satu Tokoh Ekonomi Paling Dipercaya
Media keuangan Bloomberg menempatkan pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai salah satu perkembangan penting di Indonesia.
Dalam laporannya bertajuk “Indonesia Central Bank Governor Perry Warjiyo Unexpectedly Resigns”, Bloomberg menilai kabar tersebut berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor terhadap aset Indonesia.
Baca juga: Breaking News! Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI
Bloomberg mencatat, Perry Warjiyo merupakan salah satu pejabat ekonomi yang paling dikenal oleh investor global.
Sejak kali pertama menjabat sebagai Gubernur BI pada 2018 dan kembali dipercaya untuk periode kedua pada 2023, Perry dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi, termasuk saat menghadapi pandemi Covid-19.
Ekonom Bloomberg Economics, Tamara Mast Henderson, mengatakan, pergantian kepemimpinan BI bisa menambah risiko bagi pasar keuangan Indonesia.
“Pengunduran diri mendadak Gubernur BI Perry Warjiyo menambah daftar risiko penurunan yang kian bertambah bagi aset-aset Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, perhatian investor kini tertuju pada apakah pergantian kepemimpinan tersebut akan memengaruhi kredibilitas kebijakan moneter Bank Indonesia.
“Kekhawatiran utamanya adalah bahwa pergantian kepemimpinan di bank sentral tersebut akan berujung pada kebijakan moneter yang kurang bertanggung jawab,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Kepala Riset Asia Australia & New Zealand Banking Corp (ANZ), Khoon Goh, mengungkapkan, pasar akan mencermati siapa pengganti tetap Perry Warjiyo dan apakah terdapat perubahan dalam arah kebijakan BI setelah pergantian kepemimpinan.
The Straits Times: Langkah Mengejutkan yang Guncang Investor
Media asal Singapura, The Straits Times, turut pula menyoroti pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai langkah yang mengejutkan.
Laporan media tersebut mengutip pandangan analis yang menilai kepercayaan investor terhadap Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh proses penunjukan gubernur baru Bank Indonesia.
The Straits Times juga menggarisbawahi bahwa Perry Warjiyo selama ini dianggap sebagai figur yang mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi nasional. (*)
Editor: Galih Pratama


