Poin Penting
- Omzet bazar 69 UMKM binaan Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp332,8 juta dalam empat hari.
- Daya beli masyarakat Jakarta dinilai masih terjaga berdasarkan capaian bazar tersebut.
- Pemprov DKI akan memperluas pemasaran, bazar, pameran, dan digitalisasi UMKM.
Jakarta – Daya beli masyarakat Jakarta dinilai masih terjaga. Indikasinya terlihat dari tingginya transaksi pada bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balai Kota.
Selama empat hari penyelenggaraan, omzet bazar mencapai Rp332,8 juta. Kegiatan itu berlangsung pada 20–23 Juli 2026.
Sebanyak 69 UMKM binaan DKI Jakarta mengikuti bazar tersebut. Capaian itu menjadi indikator positif bagi aktivitas konsumsi masyarakat.
Baca juga: Kunjungan Mal di Jakarta Turun 10 Persen, Bukti Daya Beli Melemah?
Daya Beli Didorong Minat Belanja Produk UMKM
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menilai capaian tersebut mencerminkan daya beli masyarakat tetap kuat.
Antusiasme warga juga menunjukkan produk UMKM lokal semakin dipercaya.
“Capaian omzet lebih dari Rp332 juta dalam bazar ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Jakarta masih terjaga,” kata Elisabeth dalam keterangan resmi, dikutip Antara, Senin (27/7).
Menurut dia, warga datang untuk membeli berbagai produk UMKM lokal. Kondisi itu menjadi sinyal meningkatnya kualitas produk binaan Jakarta.
Elisabeth menambahkan sebagian besar transaksi memakai QRIS JakPreneur. Tren itu menunjukkan pembayaran non-tunai semakin luas digunakan pelaku UMKM.
Pendampingan UMKM Dinilai Berbuah Hasil
Dinas PPKUKM menilai omzet bazar mencerminkan efektivitas program pembinaan. Promosi, kurasi produk, dan pendampingan dinilai meningkatkan daya saing UMKM.
Keberhasilan tersebut juga memperkuat optimisme terhadap daya beli masyarakat. Aktivitas belanja dinilai tetap menopang pertumbuhan usaha lokal.
Ke depan, Dinas PPKUKM akan memperluas akses pemasaran bagi UMKM binaan. Bazar tematik juga akan digelar lebih banyak.
Selain itu, pemerintah akan meningkatkan fasilitasi pameran nasional dan internasional. Penguatan pemasaran digital juga terus didorong.
“Kami ingin semakin banyak UMKM Jakarta yang naik kelas, berkembang dan menjadi bagian dari rantai pasok yang lebih luas,” ujar Elisabeth.
Langkah tersebut diharapkan menjaga pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan. Dengan begitu, daya beli masyarakat Jakarta diharapkan tetap terpelihara. (*)
Editor: Galih Pratama


