Poin Penting
- BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp655 miliar pada semester I 2026, ditopang kualitas pembiayaan yang tetap sehat
- Aset tumbuh 8 persen yoy menjadi Rp23 triliun, sementara pembiayaan naik 9 persen yoy menjadi Rp11 triliun
- Rasio keuangan tetap solid, dengan RoA 7,2 persen dan CAR 58,7 persen, didukung strategi ekspansi pembiayaan yang lebih beragam.
Jakarta – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) mencatatkan kinerja positif pada semester I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp655 miliar.
Capaian laba di paruh pertama tahun 2026 ini ditopang kinerja pembiayaan yang tumbuh 9 persen year on year (yoy) menjadi Rp11 triliun.
Kinerja tersebut turut didukung oleh rasio keuangan yang tetap kuat. Hingga akhir Juni 2026, Return on Assets (RoA) tercatat sebesar 7,2 persen, sedangkan Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 58,7 persen, mencerminkan permodalan yang sangat solid untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Baca juga: Allianz Syariah Gandeng BTPN Syariah Hadirkan Guardia RENCANA Syariah
Sejalan dengan kinerja tersebut, aset BTPN Syariah turut terdongkrak menjadi Rp23 triliun, atau naik 8 persen yoy.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, mengatakan perseroan akan terus memperkuat fondasi bisnis melalui kualitas pembiayaan yang sehat, sekaligus mendorong pertumbuhan dari inisiatif baru yang telah dikembangkan.
“Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah kami. Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan,” ujar Fachmy dikutip 27 Juli 2026.
Selain mempertahankan fokus pada pembiayaan komunitas ultra mikro, BTPN Syariah juga mulai mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui pembiayaan non-komunitas, seperti pinjaman individu dan pembiayaan kepada lembaga non-keuangan.
Baca juga: Kredit UMKM Mulai Pulih, OJK Optimistis Tumbuh Positif hingga Akhir 2026
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperkuat fondasi bisnis, memperluas peluang pertumbuhan, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.
Selama 12 tahun terakhir, BTPN Syariah konsisten mengombinasikan layanan keuangan dengan program pendampingan yang berfokus pada pembentukan empat perilaku unggul nasabah, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS), sebagai upaya meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan usaha segmen ultra mikro. (*)


