Poin Penting
- Samir membuka peluang kerja sama dengan lender nonperbankan, baik dalam maupun luar negeri, untuk memperkuat pendanaan
- Samir telah menggandeng 11 institutional lender, termasuk tiga bank: Bank Neo Commerce, Superbank Indonesia, dan Bank Sahabat Sampoerna
- Penyaluran pembiayaan Samir mencapai Rp7,8 triliun secara kumulatif kepada 5,3 juta akun peminjam sepanjang 2019–2026.
Bogor – PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) membuka peluang kerja sama dengan lender atau pemberi pinjaman dari sektor non perbankan baik dalam dan luar negeri.
Direktur Utama Samir, Handy Juniandri mengatakan, pihaknya tidak bisa menjalankan portofolio bisnisnya sendiri sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai mitra pendanaan termasuk non perbankan.
“Kami juga tidak menutup kemungkinan kerja sama dengan lender yang non perbankan, baik itu yang ada di nasional atau di Indonesia. Termasuk lender yang memang berada di luar negeri,” ujar Handy, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 12 September 2026.
Baca juga: Samir Lebarkan Sayap ke Luar Jawa, Pembiayaan UMKM Melonjak 63 Persen
Saat ini, Samir telah menggandeng 11 institutional lender. Tiga di antaranya berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna.
Kehadiran tiga institutional lender dari sektor perbankan menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan korporasi terhadap infrastruktur dan penerapan mitigasi risiko Samir.
Handy bilang, kerja sama dengan sejumlah bank tahun ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan bisnis perseroan.
Sebab, keterlibatan perbankan menunjukkan bahwa bank tak hanya mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam menyalurkan kredit, melainkan juga kepatuhan terhadap regulasi.
“Ini menjadi bahwa kami bisa bekerja sama dengan perbankan, artinya bank juga pasti sudah menilai bukan dari sisi kemampuan kita penyaluran kredit, tapi juga bagaimana kita bisa patuh terhadap regulasi yang ada,” bebernya.
Baca juga: Samir Salurkan Pembiayaan Rp7,8 Triliun, 63 Persen untuk UMKM
Atas dasar tersebut, dirinya optimistis bisa memperluas kerja sama dengan perbankan lainnya pada tahun ini.
Karena itu, perusahaan akan terus menjaga kepatuhan dan reputasi untuk meningkatkan kepercayaan para investor dan mitra pendanaan.
“Kami optimis tahun ini bisa bekerja sama dengan perbankan-perbankan lainnya,” tandasnya.
Sebagai informasi, Samir mencatat total penyaluran pembiayaan secara kumulatif sekitar Rp7,8 triliun selama periode 2019-2026.
Dari total pembiayaan tersebut, pinjaman daring (pindar) ini telah menyalurkan kepada sebanyak 5,3 juta akun peminjam yang tersebar di Indonesia. (*)
Editor: Galih Pratama


