Poin Penting
- Samir memperluas penyaluran pembiayaan UMKM ke berbagai wilayah di luar Pulau Jawa.
- Sumatra menjadi kontributor terbesar dengan porsi 16 persen.
- Total penyaluran pembiayaan Samir mencapai Rp3 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 63 persen secara tahunan.
Bogor – PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) terus melebarkan sayap penyaluran pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke berbagai wilayah di luar Pulau Jawa.
Direktur Utama Samir, Handy Juniandri mengatakan penyaluran pembiayaan Samir kini makin ekspansif, termasuk ke wilayah yang selama ini belum banyak terjangkau layanan pembiayaan dan kawasan Indonesia bagian timur.
Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi Samir untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
“Gambaran peningkatan dan pemerataan di luar Pulau Jawa, khususnya di Indonesia bagian timur semakin menunjukkan komitmen Samir untuk mendukung pemerataan ekonomi nasional dan menciptakan inklusi keuangan semakin realistis,” kata Handy di The Michael Resort, Bogor, Jumat, 11 September 2026.
Sumatra Jadi Kontributor Terbesar
Berdasarkan data perseroan, Sumatra menjadi wilayah di luar Pulau Jawa dengan kontribusi terbesar terhadap penyaluran pembiayaan Samir, yakni mencapai 16 persen.
Selain Sumatra, penyaluran pembiayaan Samir juga makin tersebar di Sulawesi, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara.
Sementara itu, kontribusi dari Papua dan Maluku terus berkembang. Masing-masing wilayah tersebut telah menyumbang lebih dari 1 persen terhadap penyaluran pembiayaan Samir.
Baca juga: Samir Salurkan Pembiayaan Rp7,8 Triliun, 63 Persen untuk UMKM
Hendy mengatakan, ekspansi Samir di luar Pulau Jawa menunjukkan besarnya peluang pembiayaan UMKM. Akses modal masih menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha yang belum terlayani perbankan.
“Kami bukan sekadar platform yang memberikan pembiayaan saja karena ada sekitar Rp1.650 triliun kebutuhan pembiayaan yang belum terpenuhi bagi UMKM yang tidak terlayani perbankan konvensional,” jelasnya.
Penyaluran Samir Tumbuh 63 Persen
Ekspansi Samir ke berbagai wilayah di Indonesia berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis Samir. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, total penyaluran pembiayaan Samir menembus Rp3 triliun.
Nilai tersebut meningkat sekitar 63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan penyaluran juga diikuti kenaikan jumlah peminjam.
Jumlah peminjam Samir tumbuh 60 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Baca juga: Samir Salurkan Pembiayaan Rp85 Miliar ke Bali-Nusa Tenggara, Peminjam Tembus 17 Ribu
Berdasarkan profil pengguna, peminjam Samir didominasi kelompok usia 35-54 tahun dengan proporsi 55 persen. Kemudian, kelompok usia 19-34 tahun mencapai 41 persen, sedangkan peminjam berusia di atas 54 tahun sebesar 4 persen.
Sedangkan dari sisi gender, komposisi peminjam juga relatif berimbang. Peminjam laki-laki mencapai 55 persen, sedangkan perempuan sebesar 45 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra


