Poin Penting
- Samir menyalurkan pembiayaan Rp85 miliar ke Bali dan Nusa Tenggara hingga Juli 2026, tumbuh 66 persen secara tahunan.
- Jumlah peminjam di wilayah tersebut telah menembus lebih dari 17.000 orang.
- Secara nasional, penyaluran pembiayaan Samir mencapai Rp2,6 triliun kepada sekitar 600.000 peminjam hingga Juli 2026.
Jakarta – PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) mencatat penyaluran pembiayaan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencapai Rp85 miliar hingga Juli 2026. Realisasi tersebut tumbuh 66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali dan Nusa Tenggara.
“Pertumbuhan ini juga sejalan dengan terus bertambahnya jumlah peminjam dari masyarakat maupun para pelaku UMKM di Bali & Nusa Tenggara yang telah menembus hingga lebih dari 17 ribu peminjam dan menegaskan tingkat kepercayaan terhadap layanan pindar Samir ikut meningkat,” kata Handy di Bali.
Penyaluran Pembiayaan Samir Tembus Rp2,6 Triliun
Pertumbuhan bisnis di Bali dan Nusa Tenggara turut menopang kinerja pembiayaan Samir secara nasional.
Hingga Juli 2026, Samir telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp2,6 triliun kepada sekitar 600.000 peminjam di seluruh Indonesia.
Baca juga: Handy Juniandri: Perlindungan Konsumen Jadi Kunci Pertumbuhan Industri Pindar
Secara kumulatif, total pembiayaan yang telah disalurkan Samir mencapai Rp7,6 triliun kepada lebih dari 1,9 juta peminjam.
Handy menegaskan bahwa pertumbuhan pembiayaan perlu diikuti dengan penguatan tata kelola perusahaan, kualitas pembiayaan, dan penerapan manajemen risiko yang disiplin.
“Pertumbuhan pembiayaan harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola perusahaan yang baik, tetap menjaga kualitas pembiayaan dan manajemen mitigasi risiko yang disiplin,” jelasnya.
Samir akan terus memperluas jangkauan pembiayaan ke luar Pulau Jawa, termasuk Bali dan Nusa Tenggara. Perusahaan juga akan meningkatkan pembiayaan yang berorientasi pada sektor produktif untuk mendukung keberlangsungan usaha dan pertumbuhan ekonomi UMKM.
Samir Gandeng 11 Institutional Lender
Dari sisi pendanaan, Samir saat ini telah menggandeng 11 institutional lender. Tiga di antaranya berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna.
Baca juga: Pindar Samir Salurkan Pembiayaan Rp2,3 Triliun di Semester I 2026, Tumbuh 84 Persen
Handy mengatakan, kehadiran tiga institutional lender dari sektor perbankan menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan korporasi terhadap infrastruktur dan penerapan mitigasi risiko Samir.
“Capaian tersebut menegaskan bahwa Samir telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem jasa keuangan nasional, melengkapi peran perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya dalam menjangkau masyarakat dan para pelaku UMKM yang selama ini belum memperoleh akses pembiayaan secara optimal,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


