Poin Penting
- Pembiayaan Samir naik 84 persen yoy menjadi Rp2,3 triliun per Juni 2026
- Samir menggandeng 11 institutional lender untuk memperkuat pendanaan
- Ekspansi pembiayaan di luar Jawa terus meningkat, dipimpin Sumatra.
Jakarta – Platform pinjaman daring (Pindar), Samir mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 84 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada semester pertama 2026. Adapun, total pembiayaan yang disalurkan perusahaan mencapai Rp2,3 triliun per Juni 2026.
Direktur Utama Samir, Handy Juniandri, mengatakan, pertumbuhan pembiayaan tersebut sejalan dengan kenaikan jumlah peminjam (borrower) sebesar 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, kinerja tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas inklusi keuangan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan kualitas pembiayaan.
“Sebagai platform yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK, Samir memandang bahwa pertumbuhan pembiayaan harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola perusahaan yang baik, tetap menjaga kualitas pembiayaan dan manajemen mitigasi risiko yang disiplin,” kata Handy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia menambahkan, pertumbuhan bisnis ke depan akan didorong melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan, perluasan pembiayaan di luar Pulau Jawa, serta peningkatan pembiayaan kepada sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca juga: OJK Catat 18 Pindar Punya Kredit Macet (TWP90) di Atas 5 Persen
Gandeng 11 Institutional Lender
Ia menjelaskan, hingga saat ini Samir telah bekerja sama dengan 11 institutional lender, termasuk tiga bank yang menjadi mitra penyaluran pembiayaan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna.
Kehadiran lembaga perbankan tersebut sebagai pemberi dana menunjukkan meningkatnya kepercayaan institusi terhadap sistem pengelolaan risiko dan tata kelola yang diterapkan perusahaan.
“Kami selalu membuka diri untuk berkolaborasi dengan bank-bank lain maupun layanan keuangan formal lainnya melalui skema channeling untuk menciptakan ekosistem pendanaan yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Samir, lanjut Handy, juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah bank lainnya dalam memperluas sumber pendanaan, dengan tetap mengedepankan penguatan manajemen risiko, tata kelola perusahaan, dan perlindungan konsumen.
Penyaluran Pembiayaan Meningkat di Luar Jawa
Jika dilihat secara demografi, Samir mencatat ada lonjakan penyaluran kredit di luar Pulau Jawa.
Baca juga: Porsi Pembiayaan Pindar ke Sektor Produktif Turun Jadi 33,70 Persen di Mei 2026
Meski saat ini Pulau Jawa masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 69 persen terhadap total pembiayaan, porsinya mulai menyusut seiring meningkatnya penyaluran di wilayah lain.
Pulau Sumatra kini menyumbang sekitar 17 persen dari total pembiayaan, sementara penyaluran di Sulawesi dan Kalimantan juga menunjukkan pertumbuhan yang merata.
Ia bilang, lonjakan pembiayaan juga terjadi di Bali, Nusa Tenggara, Papua, hingga Maluku. Di wilayah terakhir, porsi penyaluran pembiayaan telah mencapai sekitar 1 persen dari total portofolio perusahaan.
“Samir berkomitmen menjadi jembatan bagi jutaan masyarakat dan UMKM yang membutuhkan modal usaha untuk berkembang, sekaligus menjadi mitra aktif bersama OJK dan asosiasi dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri pinjaman daring yang sehat,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


