Poin Penting
- ARKO mengakuisisi 99,9 persen saham PT Endorshine Energy Solutions.
- Akuisisi menambah dua proyek PLTS di Batam dan Bintan dengan total kapasitas 21,3 MWp.
- Langkah ini memperluas portofolio ARKO di sektor energi baru terbarukan.
Jakarta – PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) resmi mengakuisisi 99,9 persen saham milik PT Endorshine Energy Solutions (Endorshine), perusahaan pemilik dan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berlokasi di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau.
Akuisisi tersebut menjadi langkah ARKO dalam memperluas portofolio bisnis ke sektor energi surya sekaligus memperkuat posisinya di industri energi baru terbarukan (EBT).
Endorshine kini berada di bawah PT Arkora Tenaga Matahari (ATM), anak usaha ARKO yang dibentuk khusus sebagai kendaraan akuisisi untuk mengembangkan portofolio Perseroan di sektor energi surya.
Saham Endorshine dibeli dari pemegang saham sebelumnya, Yang Solar Solutions Pte Ltd. Seluruh persyaratan pendahuluan (conditions precedent) dalam transaksi tersebut telah terpenuhi sehingga proses akuisisi dinyatakan selesai.
Baca juga: Melantai di BEI, Arkora Hydro Raup Dana IPO Rp182,67 Miliar
Presiden Direktur ARKO Aldo Artoko mengatakan, akuisisi Endorshine merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Perseroan sebagai pelaku industri EBT yang semakin terintegrasi.
“Akuisisi ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi Perseroan dalam penyediaan energi bersih, sejalan dengan visi kami untuk menerangi Indonesia dengan energi terbarukan serta mendukung percepatan transisi energi nasional,” ujar Aldo dalam keterangan resmi dikutip, Rabu, 26 Agustus 2026.
Melalui akuisisi tersebut, ARKO untuk pertama kalinya secara resmi memiliki dan mengoperasikan proyek PLTS.
Perseroan kini mengoperasikan dua fasilitas PLTS dengan total kapasitas 21,3 megawatt peak (MWp). Kedua proyek tersebut terdiri atas PLTS di Bintan berkapasitas 10,27 MWp dan PLTS di Batam berkapasitas 11,05 MWp.
Kapasitas Terkontrak Capai 84,1 MW
Diversifikasi ke sektor energi surya menjadi bagian dari komitmen ARKO untuk memperkuat kontribusi terhadap pengembangan EBT di Indonesia.
Perseroan mencatat, sepanjang 2017 hingga 2025, operasional proyek-proyeknya telah berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca sekitar 277.241 ton CO2eq.
Saat ini, ARKO memiliki total kapasitas terkontrak sebesar 84,1 MW. Kapasitas tersebut terdiri atas enam proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 62,8 MW serta dua proyek PLTS dengan total kapasitas 21,3 MWp.
Baca juga: Melejit 52,9 Persen, Laba Arkora Hydro Jadi Segini Sepanjang 2025
Selain proyek yang telah dikontrak, ARKO juga memiliki portofolio proyek dalam pipeline dengan total kapasitas lebih dari 300 MW.
Dengan masuknya proyek PLTS Batam dan Bintan, ARKO tidak hanya memperluas jenis sumber energi terbarukan yang dikembangkan, tetapi juga memperluas persebaran aset pembangkit listriknya di Indonesia. (*)
Editor: Yulian Saputra


