Poin Penting
- Bank Muamalat memperkuat segmen ritel dengan fokus pada pembiayaan konsumer dan SME.
- Pembiayaan SME mencapai Rp3,1 triliun hingga Maret 2026, tumbuh 33 persen secara tahunan.
- Bank Muamalat dan BPKH memperkuat sinergi untuk mengembangkan ekosistem haji dan ekonomi syariah.
Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus memperkuat portofolio bisnis dengan mengandalkan pertumbuhan segmen ritel, khususnya pembiayaan konsumer dan small medium enterprise (SME).
Komitmen tersebut ditegaskan dalam acara Synergy Roadshow 2026 yang digelar bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Yogyakarta, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang evaluasi kinerja sekaligus penyelarasan strategi bisnis Bank Muamalat di seluruh wilayah operasional.
Baca juga: Transaksi Sertifikasi Halal Online Bank Mualamat Tumbuh 30,9 Persen di Juni 2026
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan, Yogyakarta merupakan kota keempat penyelenggaraan Synergy Roadshow 2026 usai Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Selanjutnya, kegiatan serupa bakal digelar di dua kota lainnya, yakni Makassar dan Medan.
“Forum ini bertujuan menyampaikan strategi, prioritas bisnis, serta arahan manajemen kepada seluruh insan Muamalat. Kami juga mengidentifikasi peluang pertumbuhan di setiap daerah agar mampu menghadapi semester kedua tahun ini dengan optimisme,” ujar Imam, dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 25 Juli 2026.
Menurutnya, Bank Muamalat akan tetap mengedepankan strategi bisnis yang berorientasi pada segmen ritel lantaran dinilai lebih tangguh menghadapi dinamika ekonomi, tanpa mengesampingkan pengembangan portofolio pembiayaan korporasi yang sehat.
Ditopang Pembiayaan Ritel
Dari sisi kinerja, portofolio bisnis Bank Muamalat sendiri didorong pertumbuhan signifikan pada produk pembiayaan konsumer dan SME.
Produk pembiayaan Solusi Emas Hijrah mencatat peningkatan signifikan lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year-on-year/yoy) sekitar Rp1,7 triliun pada akhir Maret 2026.
Sementara itu, jumlah rekening nasabah produk tersebut meningkat 274 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Gandeng ANTAM, Bank Muamalat Genjot Bisnis Pembiayaan Emas
Di sisi lain, pembiayaan sektor SME juga menunjukkan performa positif. Hingga Maret 2026, outstanding pembiayaan SME mencapai Rp3,1 triliun atau tumbuh 33 persen secara tahunan.
“SME merupakan sektor yang sangat prospektif karena memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, sektor ini memiliki penyebaran risiko yang lebih baik sehingga menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis kami,” jelasnya.
Perkuat Ekosistem Haji
Ia menambahkan, selain memperkuat portofolio pembiayaan, Bank Muamalat juga terus meningkatkan kolaborasi strategis dengan BPKH dalam pengembangan ekosistem haji dan umrah.
Salah satu implementasi kerja sama tersebut kata dia yakni peluncuran Kartu Haji Indonesia sebagai pengganti transaksi tunai bagi jemaah di Tanah Suci. Langkah ini sekaligus mendukung digitalisasi layanan haji dan umrah agar semakin mudah, aman, dan efisien.
Baca juga: Pembiayaan SME Bank Muamalat Tumbuh 24 Persen Jadi Rp2,9 Triliun di 2025
Kolaborasi Dorong Ekonomi Syariah
Ke depan, BPKH dan Bank Muamalat akan melanjutkan berbagai program bersama, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang mencakup sosialisasi, edukasi, penghimpunan dana, hingga program kemaslahatan umat.
Selain itu, BPKH juga menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodian.
Imam menegaskan, sinergi kedua institusi diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi syariah nasional.
“Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jaringan yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas,” tutupnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


