Poin Penting
- Kemenpar mengajukan tambahan anggaran Rp1,01 triliun untuk 2027 didukung pertumbuhan kunjungan wisatawan, devisa, dan investasi sepanjang 2026.
- Kunjungan wisman mencapai 6,07 juta (+7,68%), devisa US$4,05 miliar (+6,30%), dan investasi pariwisata Rp25,34 triliun (+76,67%).
- Realisasi anggaran Kemenpar 2025 mencapai 95,52% dan kementerian optimistis kembali meraih opini WTP.
Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, melaporkan tren pertumbuhan positif sektor pariwisata sepanjang 2026.
Lonjakan jumlah wisatawan, devisa, hingga investasi menjadi dasar pihaknya mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,01 triliun untuk Tahun Anggaran 2027.
Pernyataan itu disampaikan Widiyanti saat memaparkan Laporan Keuangan Kementerian Pariwisata Tahun Anggaran 2025 dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, tambahan anggaran diperlukan agar target pembangunan sektor pariwisata yang semakin tinggi dapat tercapai secara optimal.
“Rapat kerja ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan DPR untuk memastikan bersama bahwa setiap rupiah anggaran negara dikelola secara akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Widiyanti, dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 18 Juli 2026.
Lonjakan Kunjungan Wisman
Berdasarkan data Kemenpar, sepanjang Januari – Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menembus 6,07 juta kunjungan, naik 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Serapan Anggaran Kemendag Capai 98,62 Persen pada 2025, Lampaui Target
Di sisi lain, rata-rata pengeluaran wisatawan asing atau average spending per arrival (ASPA) pada triwulan I 2026 mencapai 1.345,61 dolar AS atau sekitar Rp22,68 juta, tumbuh 5,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut mendorong devisa sektor pariwisata tumbuh 6,30 persen menjadi 4,05 miliar dolar AS.
Kinerja positif juga tercermin pada pergerakan wisatawan nusantara yang mencapai 523,22 juta perjalanan sepanjang Januari–Mei 2026, atau meningkat 2,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Widiyanti mengatakan kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) pada triwulan I 2026 berada di kisaran 4,01 hingga 5 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, realisasi investasi sektor pariwisata mencatat pertumbuhan paling tinggi. Pada triwulan I 2026, investasi mencapai Rp25,34 triliun, meningkat 76,67 persen dibandingkan triwulan I 2025.
“Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata terus berada pada jalur yang mendukung pencapaian target pembangunan tahun 2026 dan menjadi landasan untuk mencapai target yang lebih tinggi pada tahun 2027,” ujar Widiyanti.
Serapan Anggaran Lampaui 95 Persen
Dalam rapat tersebut, Widiyanti juga melaporkan pengelolaan keuangan Kementerian Pariwisata berada dalam kondisi sehat. Pada Tahun Anggaran 2025, realisasi anggaran mencapai 95,52 persen dari pagu yang dapat digunakan.
Baca juga: Otorita IKN Minta Tambahan Anggaran Rp2,7 Triliun, Begini Jawaban Purbaya
Adapun realisasi berdasarkan satuan kerja mencapai 95,92 persen dari total pagu Rp1,48 triliun. Rinciannya meliputi Satuan Kerja Pusat sebesar 97,74 persen, Politeknik Pariwisata 93,66 persen, dan Badan Pelaksana Otorita 90,66 persen.
Laporan keuangan tersebut telah diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada awal Februari 2026 untuk diaudit. Widiyanti optimistis Kementerian Pariwisata kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang jika tercapai akan menjadi kali ke-11 secara berturut-turut sejak 2015.
Selain itu, hingga 9 Juli 2026 realisasi fisik program Kementerian Pariwisata telah mencapai 59,29 persen, sedangkan realisasi pembayaran mencapai 46,02 persen.
Menurutnya, capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan mencerminkan percepatan pelaksanaan program pemerintah.
Ia menegaskan Kementerian Pariwisata akan terus menjaga akuntabilitas pengelolaan APBN sekaligus memastikan belanja negara memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Widiyanti, penguatan sektor pariwisata merupakan investasi jangka panjang bagi perekonomian nasional.
Karena itu, dukungan anggaran yang memadai dinilai penting agar target peningkatan kunjungan wisatawan, devisa, investasi, serta kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian dapat tercapai pada 2027. (*)
Editor: Galih Pratama


