Poin Penting
- Pembiayaan multiguna tetap mendominasi multifinance, mencapai Rp256,77 triliun, naik 5,21 persen (yoy)
- Pembiayaan modal kerja tumbuh tertinggi, naik 7,96 persen menjadi Rp55,36 triliun
- Pembiayaan investasi masih terkontraksi 5,79 persen menjadi Rp168,06 triliun.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pembiayaan multiguna masih mendominasi industri perusahaan pembiayaan atau multifinance hingga Mei 2026.
Adapun, nilai pembiayaan pada segmen ini senilai Rp256,77 triliun, atau naik 5,21 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengungkapkan tren tersebut menunjukkan pembiayaan multiguna masih menjadi produk paling diminati masyarakat dibandingkan jenis pembiayaan lainnya.
“Pada Mei 2026, pembiayaan multiguna masih mendominasi dengan nilai Rp256,77 triliun atau tumbuh 5,21 persen secara tahunan,” kata Agusman dalam keterangannya, dikutip Rabu, 22 Juli 2026.
Baca juga: OJK Ungkap Pembiayaan Multiguna Masih Dominan di 2026, Ini Buktinya
Pembiayaan Modal Kerja Tumbuh Hampir 8 Persen
Selain pembiayaan multiguna, OJK mencatat pembiayaan segmen modal kerja juga menunjukkan pertumbuhan impersif
Hingga Mei 2026, total outstanding pembiayaan modal kerja menembus Rp55,36 triliun, naik 7,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi di antara tiga segmen utama pembiayaan yang disalurkan perusahaan multifinance.
Pembiayaan Investasi Masih Tertekan
Berbeda dengan dua segmen lainnya, Agusman menyebut bahwa pembiayaan investasi justru masih mengalami kontraksi.
Baca juga: Sektor Perdagangan Masih Dominasi Pembiayaan Multifinance, Piutang Rumah Tangga Melesat
OJK mencatat, nilai pembiayaan investasi hingga Mei 2026 sebesar Rp168,06 triliun, atau turun 5,79 persen secara tahunan.
Kontraksi tersebut kata dia menunjukkan permintaan pembiayaan investasi belum sepenuhnya pulih, meskipun aktivitas ekonomi nasional terus menunjukkan perbaikan.
Dengan capaian tersebut, pembiayaan multiguna tetap menjadi tulang punggung industri multifinance, disusul pembiayaan investasi dan modal kerja. (*)
Editor: Galih Pratama


