Poin Penting
- Bank MNC Internasional akan menerbitkan maksimal 4,45 miliar saham seri B.
- Dana hasil private placement difokuskan untuk memperkuat penyaluran kredit.
- Aksi korporasi berpotensi menimbulkan dilusi saham hingga 9,09 persen.
Jakarta – PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 4,45 miliar saham seri B.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham yang bakal diterbitkan setara maksimal 10 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Rencana aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni 2026.
Manajemen menyatakan, seluruh dana hasil PMTHMETD setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk memperkuat penyaluran kredit.
“Seluruh dana yang diperoleh dalam rangka PMTHMETD setelah dikurangi dengan biaya- biaya terkait PMTHMETD akan digunakan seluruhnya untuk pemberian kredit,” tulis keterangan manajemen, dikutip Sabtu, 16 Mei 2026.
Baca juga: Kinerja Moncer, Segini Target Harga Saham Bank Mandiri
Bank dengan kode emiten BABP itu menjelaskan, aksi korporasi tersebut diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas ekspansi bisnis, terutama di sektor pembiayaan kredit.
Selain itu, bertambahnya jumlah saham beredar dinilai dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia.
Buka Peluang Investor Strategis
Dijelaskan perusahaan, perseroan juga akan mengundang investor-investor strategis yang berminat menginvestasikan modalnya dalam Perseroan agar dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja Perseroan.
Namun demikian, Perseroan belum memiliki keterangan mengenai calon pemodal yang akan melaksanakan PMTHMETD
Adapun saham anyar yang diterbitkan tersebut merupakan saham seri B dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Baca juga: WIKA Beton Bagikan Dividen 10 Persen dari Laba 2025, Segini Nilainya
Harga pelaksanaan PMTHMETD paling sedikit sebesar 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa sebelum permohonan pencatatan saham tambahan diajukan.
Berpotensi Timbulkan Dilusi Saham
Manajemen menambahkan, secara proforma, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan akan meningkat dari 44,45 miliar saham menjadi 48,90 miliar saham apabila private placement terlaksana sepenuhnya.
Aksi korporasi ini juga berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama hingga maksimal 9,09 persen.
“Dengan adanya sejumlah saham baru yang diterbitkan dalam rangka PMTHMETD, bagi pemegang saham perseroan akan mengalami penurunan (dilusi) kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang diterbitkan yaitu sebanyak-banyaknya 9,09 persen. Dilusi yang akan dialami pemegang saham saat ini relatif kecil,” tutup manajemen. (*)
Editor: Yulian Saputra


