Poin Penting
- WIKA Beton membagikan dividen Rp4 miliar atau Rp0,46 per saham dari laba bersih 2025 sebesar Rp40,01 miliar
- RUPST WTON menyetujui perubahan pengurus dan perubahan nomenklatur pengurus.
- Sepanjang 2025, WTON mencatat omzet Rp3,59 triliun dan kontrak baru Rp4,01 triliun.
Jakarta – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Rabu (13/5), yang salah satunya membahas terkait dengan pembagian dividen tunai.
Dalam RUPST tersebut para pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 untuk dividen tunai sebanyak 10 persen atau senilai Rp4,00 miliar atau Rp0,46 per saham.
Lalu, sisa laba bersih tahun buku 2025 sebanyak Rp36,01 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya. Sepanjang 2025, WTON mencatatkan laba bersih senilai Rp40,01 miliar.
Baca juga: WIKA Beton Kantongi Laba Rp1,50 Triliun di Kuartal I 2026
“Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi dengan hak substitusi untuk mengatur lebih lanjut mengenai tata cara dan pelaksanaan pembagian dividen tunai sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk melakukan pembulatan untuk pembayaran dividen per saham,” ucap Manajemen WTON dalam keterangan resmi dikutip, 15 Mei 2026.
Perubahan Pengurus WIKA Beton
Selain itu, WIKA Beton juga sepakat untuk mengubah jajaran pengurus dan perubahan nomenklatur jabatan. Berikut rinciannya:
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Wilan Oktavian
- Komisaris: Andrianto
- Komisaris: Indriani Widiastuti
- Komisaris Independen: Noor Aljanna Fitri Gayo.
Direksi:
- Direktur Utama: Kuntjara
- Direktur Pemasaran dan Pengembangan: Rija Judaswara
- Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko: Syailendra Ogan
- Direktur Teknik dan Produksi: Verly Widiantoro.
Baca juga: WIKA Beton Kantongi Kontrak Baru Proyek Pabrik Tisu Rp104 Miliar
Sebagai informasi, WIKA Beton berhasil meraih omzet penjualan sebesar Rp3,59 triliun sepanjang 2025. Omzet tersebut berasal dari total kontrak baru yang nilainya mencapai Rp4,01 triliun. Adapun laba diatribusikan perseroan sebesar Rp40,02 miliar di 2025. (*)
Editor: Galih Pratama


